Surabaya Cakrayudha-hankam,com
Situasi tidak kondusif dua hari terakhir menekan sektor perhotelan di Jawa Timur.PHRI Jatim mencatat okupansi yang sebelumnya stabil 48–50% merosot ke sekitar 30%, dengan puncak penurunan pada Minggu (31/8) malam.
Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono menyebut banyak tamu mempercepat check-out hingga membatalkan kunjungan.Unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah berdampak signifikan terhadap kunjungan hotel dan restoran.
“Turun drastis ,apalagi daerah-daerah yang ada unjuk rasa seperti Surabaya, Malang, Kediri dan lainnya,” ungkapnya.
Dwi mengatakan okupansinya bisa turun hingga 25 persen.Menurutnya saat ramai soal royalti musik, okupansi hotel turun menjadi 50 persen.
“Bahkan beberapa hari ini banyak hotel maupun restoran yang melakukan penutupan sementara, khawatir jika unjuk rasa berlangsung ricuh,” katanya.
Menurutnya juga banyak terjadi pembatalan reservasi.selain khawatir keamanan, juga akibat akses menuju lokasi yang sulit akibat kemacetan.
Lebih lanjut, Dwi berharap situasi segera mereda agar dunia usaha tidak semakin terdampak.
“Kami berharap pemerintah dan aparat bisa menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kalau terus berlarut, tentu akan merugikan pelaku usaha perhotelan dan restoran,” pungkasnya(EH054)

