Ibadah Bersama di Lembah Nduga, TNI dan Warga Satukan Hati untuk Papua Damai

0
230

NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Dalam keheningan alam Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, di antara lembah dan pegunungan Papua, momen penuh makna terjadi di Kampung Mumugu pada Minggu, 20 Juli 2025. Di tempat sederhana nan sakral ini, personel Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku menyatu bersama warga dalam ibadah bersama yang penuh kekhusyukan.

Dipimpin langsung oleh Letda Inf Sirajul, doa bersama ini menjadi simbol kuat dari persatuan dan harapan. Seragam loreng bersanding dengan pakaian adat, mencerminkan kesetaraan dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa, tanpa sekat antara aparat dan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tapi sebagai saudara sebangsa dan seiman. Lewat doa bersama ini, kami membangun hubungan yang tulus dan spiritual dengan warga,” ujar Letda Sirajul dengan penuh keteduhan.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, ibadah ini menjadi wujud nyata pendekatan humanis TNI di wilayah rawan konflik. TNI hadir tak hanya lewat patroli, tetapi juga sebagai sahabat spiritual dan sosial masyarakat.

Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menekankan pentingnya mendekatkan diri melalui nilai-nilai keimanan.

“Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tapi juga dalam doa dan harapan mereka,” ungkapnya.

Respons warga begitu hangat. Para prajurit disambut bukan sebagai penjaga dari kejauhan, tetapi sebagai keluarga baru yang hadir membawa rasa aman dan kebersamaan.

Yonas, salah satu tokoh masyarakat kampung, mengungkapkan rasa harunya.

“Kami merasa damai. Ketika TNI duduk dan berdoa bersama kami, itu bukan sekadar kehadiran aparat, tapi bukti mereka peduli dan menghargai kami sebagai saudara.”

Panglima Komando Operasi TNI (Koops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan bahwa pendekatan spiritual dan kemanusiaan adalah inti dari strategi Koops Habema di Papua.

“Setiap prajurit kami adalah duta kedamaian. Kami tidak hanya menjaga perbatasan, tapi juga membangun jembatan batin dengan masyarakat. Papua akan damai bukan hanya dengan pembangunan fisik, tapi melalui hati yang saling terhubung,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kedamaian di Papua dibangun melalui sentuhan kemanusiaan, kebersamaan, dan kekuatan doa bersama.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)