TNI Tembak Mati Komandan Batalyon OPM Enos Tipagau di Intan Jaya

    0
    153

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Tim gabungan TNI berhasil menewaskan Enos Tipagau, Komandan Batalyon Kodap VIII Soanggama dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, mengungkapkan bahwa Enos tewas dalam operasi militer yang berlangsung di Kampung Baitapa, Distrik Baitapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (5/7/2025).

    Operasi ini dilakukan setelah tim gabungan TNI menerima informasi dari masyarakat mengenai jalur pelarian anggota OPM yang berada di dataran tinggi. “Operasi ini dilaksanakan dengan terukur, berdasarkan informasi yang akurat dari masyarakat,” jelas Kristomei dalam keterangan resminya pada Minggu (6/7/2025). Ia juga menambahkan bahwa Enos ditemukan tewas di lokasi dengan luka tembak.

    Sementara, tidak ada korban dari pihak TNI maupun masyarakat sipil.

    Menurut dia, Enos merupakan pelaku rangkaian aksi kekerasan.

    Enos disebut bertanggung jawab atas aksi brutal penembakan warga sipil, baik petani, kuli bangunan, maupun tokoh agama setempat.

    Tidak hahya itu, kelompok yang dipimpin Enos bahkan kerap tanpa ragu membunuh masyarakat asli Papua yang mendukung kehadiran pemerintah.

    “Tindakan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk melindungi rakyat Papua dari aksi kekerasan kelompok separatis bersenjata yang kerap menebar teror terhadap masyarakat sipil,” ujar Kristomei.

    Perwira tinggi TNI itu juga mengungkapkan, kelompok yang dipimpin Enos membakar rumah warga, honai adat, puskesmas, dan sekolah.

    Mereka juga menyandera pekerja proyek dan warga setempat, menjadikan mereka sebagai tameng hidup. Tanpa ragu, mereka membunuh sebagai bentuk propaganda untuk menimbulkan ketakutan. Kelompok ini, menurut Kristomei, melancarkan serangan mendadak terhadap pos TNI/Polri dengan melibatkan anak-anak dan remaja. Selanjutnya, mereka menyebarkan video dari setiap aksi yang dilakukan sebagai bentuk propaganda anti-pemerintah. “Tindakan kejam mereka tidak hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga merusak masa depan masyarakat Papua itu sendiri,” tambah Kapuspen TNI. (Red-033)