Driver Shopeefood Geruduk Rumah di Sleman Tengah Malam

    0
    107

    Warga Kampung Syok

     

    SLEMAN, Cakrayudha-hankam.com – Aksi massa yang terdiri dari para pengemudi Shopeefood mengepung rumah seorang warga berinisial T di Bantulan, Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengejutkan dan membuat warga sekitar terkejut.

    Kejadian ini dipicu oleh perselisihan antara T dan seorang pengemudi terkait keterlambatan pengantaran makanan. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 5 Juli 2025, dan menciptakan suasana mencekam karena tindakan anarkis yang dilakukan oleh massa di kawasan permukiman yang padat penduduk.

    “Rumah yang dimaksud adalah di RT 3, sedangkan saya berada di RT 1. Kejadian anarkis itu terjadi di wilayah saya pagi ini,” ungkap Efendi, Ketua RT 01, saat ditemui di kediamannya pada hari yang sama.

    Warga Terkejut, Akses Jalan Ditutup
    Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka di RT 1, Efendi mengungkapkan bahwa warga mengalami tekanan psikologis. “Kerusakannya tidak terlalu parah, hanya sedikit seperti pagar, pot, dan papan nama. Untuk korban dari warga sendiri tidak ada. Namun, mereka merasa terkejut dan syok,” jelasnya.

    Efendi menjelaskan bahwa massa pengemudi datang dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 02.30 WIB. Warga sempat meminta agar aksi tersebut dihentikan dan dilanjutkan keesokan harinya karena sudah larut malam.

    Setelah sempat bergerak menuju Polresta Sleman, massa kembali ke kampung, tetapi akses jalan sudah ditutup oleh warga. “Mereka tidak bisa masuk, hanya sampai di depan karena semua akses masuk ke kampung sudah ditutup,” tambahnya.

    Mobil Polisi Dirusak, Warga Tetap Tenang
    Efendi menjelaskan bahwa kericuhan mencapai puncaknya pada pukul 05.00 WIB, ketika sebuah mobil polisi yang terparkir di dalam kampung dirusak dan digulingkan. “Karena saya menutup akses, mobil polisi itu berada di dalam, di samping toko. Mereka menarik mobil itu keluar dan menggulingkannya di perempatan hingga solar tumpah,” ungkap Efendi.

    Menurut informasi yang diterimanya, insiden ini bermula dari keterlambatan pengantaran pesanan kopi secara online oleh seorang pengemudi, yang kemudian memicu pertengkaran antara T dan pengemudi tersebut. Kebetulan, malam sebelumnya, di sekitar Jalan Godean sedang berlangsung acara budaya Suranan Mbah Demang, yang menyebabkan penutupan akses jalan.

    Warga Menginginkan Kedamaian dan Solusi Kekeluargaan
    Meskipun sempat terjadi ketegangan, Efendi menegaskan bahwa situasi di lingkungan saat ini telah kembali kondusif. Para pengemudi ojek online juga tetap diperbolehkan masuk ke kampung untuk mengantar pesanan seperti biasa.

    “Kondisi sudah kondusif, ojek online bisa masuk seperti biasanya. Mereka bekerja untuk mencari nafkah, jadi kita menyambut mereka dengan baik, karena yang terlibat hanya satu orang,” ujarnya.

    Ia berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah dengan cara damai tanpa mengganggu ketertiban warga.

    “Segala sesuatunya bisa dibicarakan dengan baik-baik, secara kekeluargaan,” tambah Efendi. (Red-033)