Dari Markisa Hingga Pancasila di Yokatapa
INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di lereng tenang Pegunungan Papua, pagi itu dipenuhi dengan keceriaan. Suara tawa anak-anak Kampung Yokatapa menggema di halaman Pos TK J2 Kout Satgas Yonif 500/Sikatan, menyambut hangat kasih sayang dari para prajurit TNI dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang penuh makna dan kedekatan emosional. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025.
Dipimpin oleh Serda Ali, sekitar 10 personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan melaksanakan komsos yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membangun jembatan cinta antara negara dan warganya sejak usia dini.
Anak-anak membawa buah markisa, sementara TNI membawa Pancasila. Dalam momen yang mengharukan, anak-anak dengan tulus membawa buah markisa hasil kebun mereka, sebagai simbol kepercayaan yang mendalam dari masyarakat kepada para prajurit. Sebagai balasannya, personel Satgas memberikan sembako, makanan gratis, dan mengajak anak-anak untuk belajar bersama, terutama dalam mengenalkan mereka pada nilai-nilai luhur Pancasila.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai saudara, bagian dari keluarga besar mereka,” ungkap Serda Ali dengan nada yang hangat.
Dari Pelosok, Tumbuh Semangat Persatuan
Interaksi yang terjalin bukan sekadar hubungan satu arah antara aparat dan masyarakat, melainkan sebuah persaudaraan sejati yang tumbuh dari hati. Anak-anak yang awalnya malu kini ikut tertawa, berbagi makanan, dan bersemangat menghafal sila-sila Pancasila bersama para prajurit.
“Kami senang bisa datang ke pos. TNI baik, memberi makan, dan mengajarkan kami Pancasila,” kata seorang anak dengan mata berbinar dan senyum malu-malu.
TNI Hadir, Bukan Hanya Menjaga, Tapi Merawat
Kegiatan ini mencerminkan sisi humanis TNI di tanah Papua: bukan hanya bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan, tetapi juga merawat persatuan, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan harapan.
Satgas Yonif 500/Sikatan menunjukkan bahwa loreng tidak hanya melambangkan kekuatan, tetapi juga merupakan simbol kasih sayang dan pengabdian yang tak terbatas.
Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

