Loreng Harapan dari Gome

    0
    79

    Prajurit TNI Borong Hasil Kebun, Mama-Mama Papua Pulang Bawa Senyum dan Beras

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tantangan akses yang terbatas, pasar yang jauh, dan kondisi ekonomi yang hampir terhenti, harapan mulai tumbuh dari sebuah desa kecil bernama Wako. Pada Rabu, 11 Juni 2025, prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti melakukan tindakan mulia dengan memborong seluruh hasil kebun milik para mama Papua melalui Pos Kodim Persiapan (Koper).

    Langkah para mama yang biasanya berat kini berubah menjadi ringan dan penuh harapan. Mereka datang dengan goni berisi hasil kebun seperti ubi, singkong, daun kelor, dan sayur-mayur menuju Pos Koper. Di sana, mereka tidak hanya menemukan pembeli, tetapi juga pelukan hangat dari anak-anak loreng yang siap membantu tanpa pamrih.

    “Sudah lama mama-mama kesulitan menjual hasil taninya. Tidak ada pasar, dan jika ada pun, jaraknya terlalu jauh dan ongkosnya mahal. Jadi, mereka membawa hasil panen ke pos, dan kami siap membantu,” ungkap Letda Inf Herman, Komandan Pos Koper, dengan mata yang berkaca-kaca.

    Bagi para prajurit, tugas ini lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan logistik pos. Ini adalah cara mereka berkontribusi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Mereka menyambut para ibu dengan senyuman tulus, mengangkat hasil kebun, dan menawarkannya dengan harga yang wajar, menciptakan sebuah transaksi yang penuh ketulusan.

    Beta sangat bahagia, anak-anak tentara ini sangat baik. Mereka membeli semua yang ada, sehingga beta bisa membawa pulang beras, ujar seorang mama Papua sambil menahan tangis haru.

    Di tengah situasi yang sulit, dengan kondisi geografis yang menantang, akses yang terbatas, dan tekanan dari kelompok separatis, tindakan seperti ini menjadi cahaya kecil yang memberikan kehangatan besar. Kehadiran TNI bukan hanya sebagai simbol pertahanan, tetapi juga sebagai jembatan kemanusiaan yang memperkuat rasa persaudaraan.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi tinggi kepada para prajuritnya.

    “Apa yang dilakukan Satgas Yonif 700/WYC mencerminkan nilai-nilai sejati TNI. Kami hadir bukan hanya untuk mengamankan wilayah, tetapi juga untuk merawat harapan. Ini bukan sekadar membeli hasil kebun, tetapi tentang membangun kepercayaan rakyat terhadap negara,” tegasnya.

    Tindakan sederhana ini menegaskan satu hal: di balik seragam terdapat nurani, dan di balik tugas terdapat cinta. TNI tidak hanya berperan sebagai garda terdepan dalam pertahanan, tetapi juga sebagai harapan utama bagi masyarakat. Di Kampung Wako, TNI tidak hanya hadir dengan kekuatan, tetapi juga dengan kepedulian.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)