Harapan dari Beoga: Saat Prajurit TNI Jadi Pahlawan Pasar

    0
    343

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di dataran tinggi Beoga, Kabupaten Puncak, di tengah udara dingin dan ketegangan akibat konflik yang mengintai, terdapat sebuah kisah yang menghangatkan hati. Setiap hari Selasa dan Jumat, Pasar Tumpah Beoga menjadi saksi perjuangan masyarakat lokal serta solidaritas yang luar biasa. Prajurit Satgas Yonif 732/Banau tidak hanya menjaga batas wilayah, tetapi juga menghidupkan harapan dengan membeli hasil pertanian dari para mama Papua. Pada Rabu, 11 Juni 2025, aksi ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan dapur pos, tetapi juga memberikan dorongan baru bagi perekonomian yang selama ini terhambat oleh ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Di tengah keterbatasan akses dan ancaman keamanan yang terus mengintai, langkah prajurit TNI menuju pasar memiliki makna yang jauh lebih mendalam.

    “Saya sangat bersyukur, karena sekarang hasil kebun kami bisa langsung dibeli oleh TNI di sini. Kami jadi lebih semangat untuk menanam lagi,” ungkap salah satu ibu penjual dengan senyuman lebar, meskipun di balik itu tersimpan perjuangan hidup di daerah yang rawan konflik.

    Di balik senyuman para petani dan ibu-ibu Papua, terdapat kisah panjang tentang ketahanan. Banyak dari mereka kini enggan menjual hasil pertanian ke luar distrik karena takut akan kekerasan. Namun, prajurit TNI hadir dengan pendekatan yang berbeda: mereka membeli hasil pertanian, bukan meminta. Mereka memberikan dukungan, bukan tekanan.

    Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, Dansatgas Yonif 732/Banau, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. “Kami percaya, menjaga Papua bukan hanya melalui senjata, tetapi juga dengan hati. Program pembelian hasil tani ini adalah salah satu cara kami untuk hadir sebagai sahabat rakyat,” ujarnya.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. “Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 732/Banau mencerminkan TNI yang bersatu dengan rakyat. Ini bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan harapan di tengah keterbatasan,” tegasnya.

    Tindakan sederhana ini telah berkembang menjadi sebuah gerakan besar yang menghidupkan harapan. Di wilayah yang masih dilanda konflik, di pasar yang hanya beralaskan tanah dan beratapkan tenda sederhana, prajurit TNI dan masyarakat saling menggenggam harapan. Di Beoga, TNI bukan sekadar penjaga perbatasan negara; mereka juga merupakan penjaga mimpi dan harapan.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)