Di Pelosok Kabut Papua, Cinta Sejati Itu Bernama TNI

    0
    63

    Kisah Mama Zinggiawa dan Pelukan Kemanusiaan di Pos Koper

     

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di pagi yang masih diselimuti kabut di pedalaman Intan Jaya, ada sinar hangat yang lebih bersinar daripada matahari: tangan-tangan penuh kasih dari prajurit Satgas Yonif 500/Sikatan. Pada Sabtu, 7 Juni 2025, di Pos Koper, sepuluh prajurit yang dipimpin oleh Serda Makrus, seorang tenaga kesehatan TNI, melaksanakan pelayanan kesehatan yang penuh kemanusiaan untuk masyarakat setempat. Salah satu momen yang paling mengharukan adalah pertemuan mereka dengan Mama Zinggiawa, seorang lansia asli Papua yang telah lama hidup tanpa akses medis.

    Tanpa banyak kata, Serda Makrus dan rekan-rekannya memeriksa tekanan darah Mama Zinggiawa, merawat luka di kulitnya, serta memberikan air bersih dan obat-obatan. Namun, yang lebih berarti dari semua itu adalah kehadiran dan perhatian tulus yang mereka tunjukkan.

    “Sebagian besar pasien kami mengalami masalah kulit akibat kurangnya kebersihan dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan,” kata Serda Makrus. “Namun, tujuan kami bukan hanya untuk memberikan pengobatan, tetapi juga untuk merawat dengan sepenuh hati.”

    Komunikasi menjadi tantangan tersendiri. Mama Zinggiawa tidak memahami Bahasa Indonesia dan hanya berbicara dalam bahasa daerah. Namun, bahasa cinta dan empati mampu menjembatani segala perbedaan.

    “Mama Zinggiawa mungkin tidak mengerti kata-kata kami, tetapi beliau merasakan kepedulian kami. Ketika ia tersenyum dan memeluk kami, rasanya seperti kembali ke pelukan ibu sendiri,” ungkap Serda Makrus dengan mata yang berkaca-kaca.

    Negara Hadir Melalui Kasih, Bukan Sekadar Kewajiban
    Pelayanan kesehatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan wujud cinta negara kepada rakyatnya. Di daerah terpencil yang jauh dari keramaian kota, prajurit TNI menjadi representasi negara yang hangat dan manusiawi, bukan dengan senjata, tetapi melalui sentuhan dan perhatian.

    Dengan pendekatan teritorial yang humanis, Satgas Yonif 500/Sikatan menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga menjaga harapan dan cita-cita, terutama bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

    Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin, menjadi bagian dari pengabdian TNI yang tak pernah berhenti. Di Tanah Papua, yang paling dibutuhkan bukan hanya perlindungan, tetapi juga kehadiran yang penuh kasih dan pengertian.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Lieutenant Colonel Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)