3 Menteri Prabowo yang Kerap Bikin Kontroversi

    0
    136

    Lebih Baik Diganti?

     

    BOGOR, Cakrayudha-hankam.com – Pengamat politik Jamiluddin Ritonga berpendapat bahwa Presiden Prabowo Subianto sebaiknya melakukan perombakan kabinet untuk mengganti beberapa menteri yang dianggap bermasalah.

    Menurut Jamiluddin, terdapat menteri-menteri yang sering menimbulkan kontroversi, sehingga menjadi beban bagi pemerintahan. “Setidaknya ada tiga menteri yang bermasalah dan kerap menimbulkan kontroversi,” ujarnya pada Sabtu (24/5).

    Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini merinci tiga menteri dalam Kabinet Merah Putih yang dianggap kontroversial, yaitu Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

    “Tiga menteri ini hanya menjadi beban bagi presiden,” tegas Jamiluddin. Ia menambahkan bahwa ketiga menteri tersebut sering memicu kegaduhan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Sebagai contoh, Budi Arie terlibat dalam surat dakwaan terkait kasus judi online.

    Surat dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Zulkarnaen Apriliantony, Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhrijan alias Agus dalam kasus judi online mengungkapkan adanya alokasi untuk ketua umum Projo dalam melindungi situs judi daring. “Ini akan berdampak pada upaya Prabowo dalam memberantas korupsi di Indonesia,” tambah Jamiluddin.

    Terkait Budi Gunadi Sadikin alias BGS, Jamiluddin menyatakan bahwa menteri kesehatan yang bukan dokter tersebut sering mengeluarkan pernyataan kontroversial yang membuat masyarakat menilai pemerintahan di era Prabowo buruk. “Sebagian besar guru besar di bidang kesehatan dan asosiasi kesehatan telah kehilangan kepercayaan kepada Budi Gunadi,” ungkap Jamiluddin.

    Mengenai posisi Bahli di Kabinet Merah Putih, Jamiluddin berpendapat bahwa menteri yang berasal dari latar belakang pengusaha ini justru menambah beban bagi Prabowo. Hal ini disebabkan oleh penilaian negatif yang diberikan oleh masyarakat terhadap menteri dari Partai Golkar tersebut.

    Jika ketiga menteri tersebut tidak di-reshuffle, maka kepercayaan masyarakat terhadap kabinet Prabowo diperkirakan akan menurun. Tentu saja, hal ini tidak diinginkan oleh Prabowo, karena kepercayaan masyarakat merupakan indikator utama keberhasilan Prabowo dalam mewujudkan visi dan misinya,” ujar Jamiluddin. (Red-033)