Walkot Farhan Geram Lihat Lahan Eks Palaguna Semrawut

    0
    148

    Bongkar, Jangan Ketawa Kamu!

     

    BANDUNG, Cakrayudha-hankam.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menunjukkan kemarahannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lahan bekas Palaguna Plaza pada Kamis (22/5/2025).

    Lahan yang terletak di seberang Alun-Alun Kota Bandung itu dipenuhi sampah, gerobak penjual, dan warung semi permanen yang tampak kumuh.

    Dalam sidaknya, Farhan bertemu dengan seorang pria yang mengaku sebagai koordinator lapangan dan bertanggung jawab atas kondisi lokasi tersebut. Namun, saat pria itu mencoba membela diri dengan berbagai alasan, Farhan tidak dapat menahan emosinya.

    Dengan nada tinggi, Farhan memerintahkan jajarannya untuk segera membongkar semua warung dan gerobak yang dianggap melanggar aturan dan merusak keindahan kota.

    “Bongkar! Ini hanya mengotori Kota Bandung, dan saya yang disalahkan. Ngerti nggak? Sekarang bongkar! Jangan ketawa-ketawa kamu!” teriak Farhan.

    Farhan juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung untuk menyegel area bekas Palaguna Plaza. Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut dipenuhi dengan sampah dari pasar malam yang sebelumnya beroperasi tanpa izin. Farhan juga menyoroti pelanggaran retribusi yang dilakukan oleh penyelenggara pasar malam.

    “Pelanggaran selanjutnya adalah penghindaran terhadap retribusi pajak hiburan insidentil selama pertunjukan. Kami tidak menemukan dokumen pembayaran mereka, jadi hari ini kami mengambil tindakan (menyegel) dan semua barang dagangan serta peralatan jualan harus dikeluarkan. Mau ditaruh di mana, itu terserah. Sampah akan kami tangani melalui DPKP dan DKPP,” ujarnya.

    Hingga saat ini, status kepemilikan lahan bekas Palaguna Plaza masih belum jelas. Farhan mengakui bahwa ia awalnya ragu untuk bertindak karena tidak ingin membuat kesalahan, namun situasi yang semakin memprihatinkan memaksanya untuk turun tangan secara langsung.

    “Siapa pun yang memiliki tanah ini, saya akan mengambil alih. Ketidakmampuan Anda dalam mengelola tanah di sini telah menjadikannya salah satu penyebab kotoran di Kota Bandung,” ujarnya. (Red-033)