Dedi Mulyadi Minta Maaf soal Pendidikan di Barak Militer

    0
    91

    Tidak Ada yang Sempurna

     

    BANDUNG, Cakrayudha-hankam.com – Program pendidikan karakter yang intensif di barak militer Resimen Armed 1/Sthira Yudha Purwakarta dan di Dodik Bela Negara, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, telah selesai dilaksanakan pada Minggu (18/5/2025). Inisiatif yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini bertujuan untuk memberikan pendidikan disiplin dan tanggung jawab, bukan sekadar sebagai bentuk hukuman.

    Program ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi para pelajar yang pernah terjerumus dalam pergaulan negatif. Setelah menyelesaikan gelombang pertama, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan program pendidikan karakter ini. Meskipun dilaksanakan dengan niat yang tulus, Dedi Mulyadi mengakui bahwa pelaksanaannya belum sepenuhnya sempurna.

    “Awal tidak pernah sempurna, pasti ada kekurangan,” ungkap Dedi Mulyadi melalui akun media sosialnya pada Rabu (21/5/2025). Ia menekankan bahwa setiap kekurangan dalam program ini akan terus diperbaiki seiring berjalannya waktu.

    “Tidak ada kegiatan yang sempurna, tetapi kesempurnaan akan tercapai jika kita bersedia bekerja keras dan terus berusaha untuk memperbaiki diri,” tegasnya.

    Dedi Mulyadi juga mengajak para orang tua untuk mencintai anak-anak mereka sepenuh hati setelah hampir dua pekan menjalani pendidikan karakter. “Bagi semua orang tua yang hari ini bisa kembali bersama anak-anak mereka setelah hampir dua pekan terpisah, semoga anak-anak yang kembali ke pelukan ibu dan ayah semakin berkembang dengan kultur dan karakter yang baru,” ujarnya.

    Namun, Dedi juga menyampaikan bahwa ada 13 anak yang tidak dijemput oleh orang tua mereka.

    Mereka diduga tidak memiliki orang tua atau berasal dari keluarga yang terpisah, termasuk anak-anak yang ibunya bekerja di luar negeri. Menyadari kondisi ini, Dedi Mulyadi memutuskan untuk menjadi orang tua angkat bagi mereka. Ia memaknai pendidikan karakter sebagai langkah awal untuk membangun peradaban baru di Tanah Sunda, yang ia sebut sebagai warisan leluhur.

    “Program pendidikan berkarakter adalah langkah awal dalam menciptakan peradaban baru di Tanah Sunda, tanah yang sangat dicintai oleh masyarakat dan dititipkan oleh leluhur Siliwangi,” jelasnya. Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya tindakan nyata daripada sekadar wacana yang berkepanjangan. “Memulai jauh lebih baik daripada hanya bermimpi dengan wacana dan kajian akademis yang tak kunjung selesai,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Panglima TNI, KSAD, Pangdam Siliwangi, Rindam Siliwangi, serta semua pelatih yang telah menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak peserta program. “Cinta akan memunculkan semangat nasionalisme bangsa,” ungkap Dedi. Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada para pengkritiknya, berharap bahwa kritik tersebut dapat berfungsi sebagai pengingat dan motivasi untuk terus berusaha lebih baik. (Red-033)