Dari Senjata ke Cangkul

    0
    68

    TNI Tanam Benih Harapan di Tanah Intan Jaya

     

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik seragam loreng dan senjata, para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan menunjukkan sisi lain dari pengabdian mereka: membangun ketahanan pangan demi masa depan Papua yang lebih sejahtera.

    Pada Minggu (18/5/2025), sepuluh anggota Satgas yang dipimpin oleh Serda Kateno melaksanakan kegiatan bercocok tanam di Pos Mamba, Kotis Yonif 500/Sikatan, sebagai bagian dari program Binter Teritorial Terbatas (Bintertas). Kegiatan ini juga mendukung inisiatif Bupati Intan Jaya untuk memanfaatkan lahan kosong dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan lokal.

    Meskipun berada di daerah yang rawan, semangat para prajurit tetap tinggi. Dengan tangan yang biasanya memegang senjata, mereka kini mencangkul, menanam, dan mengolah tanah bukan untuk berperang, tetapi untuk menciptakan harapan.

    “Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mengembalikan harapan masyarakat. Ketahanan pangan merupakan aspek penting dari kedaulatan bangsa. Ketika rakyat sejahtera, perdamaian akan muncul dengan sendirinya,” ungkap Serda Kateno dengan penuh keyakinan.

    Program ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan di Papua Tengah. Melalui edukasi sederhana mengenai pertanian berkelanjutan, para prajurit berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan kosong secara produktif.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa setiap jengkal tanah dapat menjadi sumber kehidupan. Semoga ini menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar,” ungkap Serda Kateno.

    Di tengah tantangan alam Papua yang keras, terdapat tangan-tangan yang menanam, merawat, dan membangun. Inilah TNI, yang tidak hanya berperan di garis depan pertahanan, tetapi juga di garda terdepan pembangunan.

    Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan bahwa pengabdian sejati tidak selalu berkaitan dengan pertempuran, melainkan tentang menabur benih harapan untuk Papua yang damai, mandiri, dan sejahtera.

    Autentikasi:
    (Letda Gavin Ilham/Red-033)