Diduga Dipalak Warga Saat Melintasi Kali

    0
    59

    Viral, Sopir yang Hendak Antar Wisatawan ke Wae Rebo NTT

     

    WAE REBO, Cakrayudha-hankam.com – Peristiwa ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Manggarai Berita Viral di media sosial Facebook pada Minggu (18/5/2025). Dalam unggahannya, akun tersebut melaporkan bahwa seorang sopir travel yang mengantar tamu ke Wae Rebo mengalami pungutan liar (pungli) di jalan Dintor.

    “Masalah ini memang sering terjadi di tempat wisata, dan kini terjadi di Manggarai. Kami berharap pihak kepolisian dapat menyelidiki kasus ini,” tulis akun tersebut.

    Menanggapi laporan itu, Polsek Satar Mese segera melakukan penyelidikan di lokasi untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar. Kapolsek Satar Mese, Iptu Kiki Bachsoan, menjelaskan bahwa mereka menerima informasi mengenai praktik pemalakan tersebut dan langsung melakukan pengecekan pada Sabtu (17/5/2025).

    Kami menerima informasi dari media mengenai praktik pemalakan sebesar Rp 200.000 yang dilakukan terhadap pengendara di jalan menuju Wae Rebo. Kiki, yang kami konfirmasi pada Senin (19/5/2025) pagi, menyatakan bahwa sekelompok warga memanfaatkan kerusakan jembatan sebagai alasan untuk meminta uang dari pengguna jalan.

    Kiki juga menjelaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Borik, ia mendapatkan informasi bahwa dua jembatan di Desa Borik, yaitu Jembatan Nangakalo dan Jembatan Waebuang, dalam kondisi baik. Namun, Jembatan Waeberang yang terletak di Desa Persiapan Pasir Putih mengalami kerusakan akibat hujan deras pada malam 16 Mei, yang menyebabkan genangan air.

    Beberapa warga Kampung Ntene turut membantu pengendara, termasuk rombongan motor besar Harley Davidson, untuk menyeberangi jembatan yang terendam air. Setelah melakukan pengecekan di lokasi, pihaknya hanya menemukan satu warga bernama Vincent Sandu.

    Ia mengonfirmasi bahwa sebelumnya terdapat sejumlah warga yang membantu pengendara yang melintas, dan tidak ada tarif resmi yang ditetapkan. Semua dilakukan berdasarkan keikhlasan,” kata Kiki. Kapolsek juga berkoordinasi dengan ketua RW setempat, yang menjelaskan bahwa warga turun ke jembatan atas inisiatif mereka sendiri untuk memberikan bantuan pascabanjir. “Warga hanya menerima sumbangan sukarela, tanpa ada paksaan atau tarif tetap,” tegasnya. Kiki mengapresiasi upaya warga yang telah bergotong royong membantu pengendara setelah banjir. Namun, ia juga mengingatkan agar kegiatan tersebut dilakukan dengan tulus tanpa menetapkan biaya, demi menjaga citra positif pariwisata Wae Rebo dan Nuca Molas.

    “Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Kapospol akan segera berkoordinasi dengan kepala desa dan ketua RW setempat guna mengatur kegiatan relawan dalam menyusun batu dengan lebih terorganisir di masa mendatang,” tambahnya. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Bupati Manggarai Herybertus Nabit belum memberikan tanggapan saat dihubungi oleh Kompas.com melalui WhatsApp sejak Senin pagi. (Red-033)