Kembali ke NKRI, Eks OPM Yeremias

    0
    87

    Bosan Hidup Penuh Penderitaan di Hutan

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Yeremias Foumair, mantan Komandan Batalyon Ayosami dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, mengungkapkan rasa bosannya terhadap kehidupan di hutan yang dipenuhi ketakutan dan penderitaan. Hal ini mendorongnya untuk secara sukarela menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Ikrar tersebut diucapkan di Kampung Fuog, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis (15/5/2025), setelah bertahun-tahun hidup dalam pelarian bersama kelompok separatis. “Saya sudah merasa bosan hidup di hutan yang penuh ketakutan dan penderitaan. Kini saya menyadari bahwa jalan kekerasan tidak membawa perubahan,” kata Yeremias dalam siaran pers TNI pada Sabtu (17/5/2025).

    Selain itu, kerinduan untuk bertemu dengan istri dan anak yang ditinggalkannya juga menjadi alasan kuat bagi Yeremias untuk meninggalkan kelompok separatis OPM.

    “Saya rindu bertemu istri dan anak-anak saya yang sudah hidup aman damai di kampung,” bebernya.

    Adapun ikrar Yeremias dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) 501/BY Letkol Infanteri Yakhya Wisnu Arianto serta disaksikan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Maybrat Mellianus Saas, saudara kandung Yeremias, Cosmas Foumair, tokoh masyarakat, dan kepala kampung setempat.

    Yakhya mengungkapkan, kehadiran TNI di wilayah memang bertujuan untuk membantu masyarakat dan mendukung pembangunan di daerah.

    “Saatnya kita melakukan perubahan, dan selamat datang kepada Yeremias Foumair. Tentunya yang bersangkutan ingin hidup tenang dan damai, bisa beraktivitas dan tinggal bersama keluarga tercinta,” beber Yakhya.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa kembalinya Yeremias Foumair ke pangkuan NKRI merupakan sebuah kemenangan bagi nilai-nilai kebangsaan yang mengalahkan paham separatisme yang keliru.

    “TNI menghargai keputusan Yeremias Foumair untuk kembali ke NKRI. Ini bukan hanya langkah pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan kesadaran bahwa NKRI adalah rumah kita bersama,” ungkap Kristomei dalam siaran pers pada Sabtu (17/5/2025).

    Ia menekankan bahwa TNI akan terus mengedepankan pendekatan yang humanis, dialogis, dan profesional dalam setiap aktivitasnya. Selain itu, TNI berkomitmen untuk melindungi hak hidup damai seluruh rakyat Indonesia, terutama masyarakat Papua.

    “TNI akan selalu menyambut dengan tangan terbuka jika ada anggota OPM yang menyadari kesalahannya dan ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” tegasnya. Keputusan Yeremias Foumair untuk kembali setia kepada NKRI menambah daftar eks anggota OPM yang kembali ke pangkuan negara, sejalan dengan upaya persuasif yang intensif dan peningkatan kesejahteraan di Papua. (Red-033)