Malam-malam, 734 Personel TNI-Polri Sisir Preman di Jakbar

    0
    83

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Polda Metro Jaya, bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Jakarta, melaksanakan Operasi Berantas Jaya di area yang rawan premanisme pada Selasa (13/5/2025).

    Menurut pantauan Kompas.com pada pukul 21.29 WIB, operasi ini dimulai dengan apel bersama di Polsek Kembangan, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Meskipun hujan deras, para personel tetap melaksanakan apel sebelum operasi dimulai.

    “Hari ini kita melaksanakan tugas untuk turun ke lapangan, memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat,” ujar Kabag Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, pada Selasa. Ia menambahkan, “Kita menyadari adanya isu-isu yang berkembang terkait gangguan premanisme. Negara harus hadir di tengah masyarakat.”

    Operasi Berantas Jaya akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa total personel yang dikerahkan mencapai 734 orang. “Dari jumlah tersebut, 534 personel akan bertugas secara terbuka, sementara 200 lainnya akan bertugas secara tertutup, dengan fokus pada penanganan premanisme yang mengganggu masyarakat,” jelasnya.

    Setelah apel, para personel langsung meninggalkan Polsek Kembangan menggunakan sepeda motor dan mobil. Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengumumkan pelaksanaan Operasi Berantas Jaya 2025 yang akan berlangsung selama 15 hari, dari tanggal 9 hingga 23 Mei 2025. Operasi ini bertujuan untuk menanggulangi berbagai bentuk aksi premanisme, baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, menambahkan bahwa operasi ini melibatkan 999 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Sebanyak 663 personel berasal dari Polri, 306 dari TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta 30 personel dari Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih baik. “Tidak ada toleransi dan tidak ada pengecualian,” tegas Irjen Karyoto saat apel gelar pasukan di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/5/2025). (Red-033)