Damai di Tanah Nduga: Prajurit dan Jemaat Bersatu dalam Iman

    0
    45

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah ketegangan yang sering melanda wilayah pegunungan Papua, sebuah momen damai dan hangat terjadi di Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga. Para prajurit Satuan Tugas Yonif 733/Masariku memilih untuk mendekatkan diri kepada masyarakat bukan dengan senjata, melainkan melalui doa dan ibadah bersama.

    Pada hari Minggu (11/5/2025), suasana di gereja setempat terasa istimewa. Tidak hanya karena lagu pujian yang menggema atau doa yang khusyuk, tetapi juga karena seragam loreng TNI yang tampak menyatu dengan jemaat lokal dalam harmoni spiritual yang menyentuh. Ibadah bersama ini menjadi simbol ikatan batin yang kuat antara TNI dan masyarakat di wilayah penugasan.

    Komandan Satgas, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan elemen krusial dalam strategi pembinaan teritorial yang berfokus pada pendekatan humanis dan menghormati budaya lokal. “Kami tidak hanya bertugas menjaga wilayah, tetapi juga berkomitmen untuk terlibat dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam aspek spiritual mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa TNI hadir untuk melindungi dan melayani,” tegasnya.

    Respon masyarakat sangat positif. Bapak Mathius, salah satu warga, mengungkapkan bahwa kehadiran prajurit dalam ibadah sangat menyentuh hatinya. “Kami merasa dihargai. Ini adalah bentuk perhatian yang langka dan sangat berarti bagi kami. TNI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga, tetapi juga sebagai saudara dalam doa,” ujarnya dengan penuh haru.

    Kegiatan ini bukanlah sebuah inisiatif yang terpisah. Satgas Yonif 733/Masariku terus melaksanakan berbagai program yang mengutamakan pendekatan kultural dan emosional terhadap masyarakat. Dari kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga momen-momen keagamaan seperti ini, semua menjadi pilar penting dalam misi menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

    Ketika prajurit dan jemaat bersatu dalam ibadah, yang terbangun bukan hanya rasa aman, tetapi juga rasa saling memiliki. Inilah wajah TNI yang menyentuh hati rakyat: tegas dalam menjalankan tugas, namun hangat dalam pelukan kemanusiaan.

    Autentikasi:
    (Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Dansatgas Media HABEMA/Red-033)