Ketika Marinir Jadi Sahabat Petani di Jantung Papua

    0
    51

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Pagi itu, bukan suara tembakan atau derap langkah prajurit yang mengguncang tanah Yahukimo. Melainkan senyuman, tawa, dan sapaan hangat dari para prajurit berseragam loreng ungu Marinir TNI AL yang berbaur dengan mama-mama Papua di sebuah pasar dadakan yang dipenuhi cinta dan harapan.

    Pada hari Sabtu, (10/05/25), Kampung Kokamu menjadi saksi dari sebuah kisah kemanusiaan yang luar biasa. Di tempat ini, prajurit Satgas Yonif 1 Marinir, yang dipimpin oleh Danpos Bravo, tidak hanya menjalankan tugas menjaga perbatasan negara. Mereka hadir sebagai teman, keluarga, dan harapan bagi masyarakat setempat.

    Program ROSITA (Borong Hasil Tani) menjadi wujud nyata dari kepedulian mereka. Dalam kegiatan ini, para prajurit membeli langsung hasil kebun milik warga. Tanpa protokol ketat dan tanpa batasan antara seragam dan sarung, yang ada hanyalah kehangatan kemanusiaan yang tulus.

    Para ibu Papua, yang biasanya harus menempuh jarak jauh untuk menjual hasil dagangan mereka, kini tampak ceria saat produk kebun mereka habis dibeli oleh para prajurit. Kebahagiaan mereka bukan hanya karena dagangan terjual, tetapi juga karena merasa dihargai, diperhatikan, dan didampingi.

    “Kami ingin lebih dari sekadar menjaga. Kami ingin menjadi bagian dari mereka dan tumbuh bersama masyarakat Papua,” ungkap Letkol Marinir Siswanto, Dansatgas Yonif 1 Marinir, dengan mata yang bersinar penuh semangat.

    Lebih dari Sekadar Transaksi
    Di tengah keramaian pasar yang tiba-tiba muncul di halaman kampung, terdapat pesan-pesan damai yang tersirat. Para prajurit tidak hanya membawa uang untuk berbelanja, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai penting: hidup sehat, menjaga keamanan lingkungan, dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman.

    Dalam momen sederhana ini, terkandung filosofi yang mendalam: pengabdian tidak selalu harus dilakukan dengan senjata; kadang-kadang, cukup dengan mendengarkan, hadir, dan memberikan senyuman.

    Apresiasi Pangkoops Habema: TNI yang Kami Banggakan!
    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, memberikan penghormatan yang tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, ROSITA merupakan simbol kehadiran TNI yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

    “Inilah TNI yang kita impikan: hadir untuk melindungi, menyentuh hati, dan menjadi bagian dari solusi. Yonif 1 Marinir telah membuktikan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada senjata, tetapi juga pada kepedulian,” ungkap Mayjen Lucky dengan penuh kebanggaan.

    Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah operasi lainnya, dengan tujuan menjadikan Papua sebagai rumah bersama yang aman dan sejahtera.

    Loreng Tak Selalu Menakutkan, Terkadang Menjadi Pelukan Hangat
    Di Kampung Kokamu, seragam loreng tidak lagi sekadar melambangkan kekuatan. Ia telah bertransformasi menjadi pelukan, pelindung, dan jembatan antara negeri dan rakyat. Dari ladang ke tangan Marinir, dari hasil bumi ke harapan baru, sebuah simfoni kebaikan terus bergema di tanah Papua.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)