Loreng di Bawah Rindang Amor

    0
    97

    Satgas 733/Masariku dan Rakyat Nduga Rajut Damai dari Hati ke Hati

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Suasana hangat menyelimuti Pelabuhan Amor, Kabupaten Nduga, saat prajurit TNI dari Satgas Yonif 733/Masariku berinteraksi dengan masyarakat setempat. Dipimpin oleh Sertu Irfandi, para prajurit hadir bukan dalam formasi militer, melainkan dengan senyuman, sikap mendengarkan, dan hati yang terbuka. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025.

    Di bawah naungan pepohonan yang rindang, kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang mereka laksanakan lebih dari sekadar program kerja. Ini adalah kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat, menggali aspirasi mereka, dan membangun jembatan empati. Di tempat itu, prajurit dan warga duduk berdampingan, tanpa jarak dan sekat.

    “Kami tidak datang untuk menciptakan ketegangan. Kami hadir dengan kepedulian,” ungkap Sertu Irfandi dalam suasana diskusi santai yang penuh keakraban dengan warga.

    Lebih dari Sekadar Tugas, Ini adalah Misi Kemanusiaan
    Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menekankan bahwa komunikasi sosial (komsos) merupakan inti dari pendekatan TNI yang mengutamakan aspek kemanusiaan. “Kami bukan hanya penjaga perbatasan, tetapi juga mitra dalam upaya masyarakat untuk membangun daerah mereka,” tegasnya dengan penuh empati.

    Melalui dialog yang intens dan terbuka, masyarakat dapat menyampaikan keresahan, harapan, dan impian mereka untuk kemajuan. TNI mendengarkan, mencatat, dan berkomitmen untuk bertindak.

    Warga: TNI Adalah Keluarga, Bukan Tamu
    Kehadiran Satgas disambut dengan antusiasme tinggi. Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyatakan bahwa TNI bukan lagi sekadar tamu, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Nduga. “Ini bukan kunjungan biasa. Ini adalah pengikat batin antara rakyat dan prajurit,” ungkap seorang warga yang tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

    Harmoni di Pelabuhan Amor
    Kegiatan ini menjadi simbol bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui kekuatan, tetapi juga melalui kepercayaan. Di Pelabuhan Amor, TNI dan masyarakat menunjukkan bahwa perdamaian dapat dimulai dari hal-hal sederhana: saling mendengarkan.

    Satgas Yonif 733/Masariku berkomitmen untuk terus menjalankan pendekatan yang humanis, dengan tujuan utama mencapai kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Papua, bukan sekadar sebagai bagian dari agenda misi.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)