Suara Keras Tokoh Papua

    0
    79

    Kekerasan OPM Tak Pantas Mengatasnamakan Perjuangan

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Suara tegas kembali terdengar dari tanah Papua. Kali ini, kecaman terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) datang dari berbagai ketua suku, tokoh adat, dan pemimpin masyarakat. Mereka menilai bahwa tindakan kelompok separatis tersebut telah menyimpang jauh dari nilai-nilai luhur adat dan budaya Papua. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 21 April 2025.

    Para tokoh masyarakat tersebut mengecam keras segala bentuk teror, intimidasi, dan kekerasan yang ditujukan kepada rakyat Papua. Mereka menegaskan bahwa OPM telah melukai hati rakyat Papua dengan menimbulkan ketakutan, penderitaan, dan kekacauan yang berkepanjangan.

    “Kami sangat marah dan terluka. Aksi kekerasan OPM telah menjadikan rakyat biasa yang tidak bersalah sebagai korban. Ini bukanlah perjuangan, melainkan pengkhianatan terhadap Tanah Papua,” tegas Yonas Wenda, Ketua Suku Hubula di Lembah Baliem, dalam pernyataan resminya.

    Yonas menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh OPM, seperti penembakan, pembakaran fasilitas umum, dan penyanderaan warga sipil di wilayah Pegunungan Tengah, Intan Jaya, dan Nduga, telah menambah penderitaan yang tak terhitung bagi masyarakat Papua yang justru menginginkan kedamaian.

    Hendrikus Magai, seorang tokoh masyarakat dari Mimika, juga menyoroti kenyataan pahit ini. Ia menyatakan bahwa OPM telah kehilangan arah dalam perjuangannya, yang seharusnya berlandaskan pada keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian. “Apa yang mereka lakukan adalah kekerasan brutal, bukan perjuangan. Mereka membakar sekolah, menyerang guru dan tenaga kesehatan, bahkan menyandera masyarakat sipil. Ini jelas bukan cara orang Papua yang sejati,” ungkap Hendrikus dengan nada kecewa.

    Para pemimpin masyarakat menegaskan bahwa Papua adalah tanah yang kaya akan budaya damai, persaudaraan, dan penghargaan terhadap sesama. Mereka menyerukan agar seluruh elemen masyarakat Papua bersatu, meninggalkan kekerasan, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik dan sejahtera, jauh dari ancaman kelompok separatis.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersatu melawan kekerasan ini. Perjuangan sejati adalah perjuangan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi rakyat Papua,” seru para tokoh tersebut.

    Seruan ini semakin memperkuat tekad masyarakat Papua untuk meninggalkan kekerasan yang hanya merusak dan menimbulkan luka, serta kembali kepada nilai-nilai luhur adat yang diwariskan oleh para leluhur mereka. (Red-033)