TNI di Papua: Dari Garda Keamanan hingga Garda Kemanusiaan

    0
    71

    Pilar Pembangunan yang Tak Terbantahkan

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik keindahan alam Papua yang menakjubkan, terdapat tantangan nyata dalam mencapai kesejahteraan dan pembangunan yang merata. Dalam menghadapi tantangan ini, TNI berperan tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan batas wilayah, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan dan pelindung nilai-nilai kemanusiaan. Sabtu, 19 April 2025.

    Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 mengenai Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua, TNI memiliki tiga tugas strategis: memastikan keamanan, mendukung pelayanan dasar, dan menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Semua tugas ini dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan tindakan nyata.

    Satuan-satuan TNI yang tersebar di berbagai daerah Papua tidak hanya melindungi wilayah dari ancaman kelompok bersenjata, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sekolah, mengantarkan tenaga medis, serta menyediakan layanan sosial dasar bagi masyarakat di daerah terpencil.

    Namun, tak dapat dipungkiri, tantangan keamanan masih menjadi momok. Serangan kelompok separatis bersenjata (KSB), yang sebelumnya dikenal sebagai OPM, terus menebar teror. Salah satu tragedi memilukan terjadi pada 5 Agustus 2024, ketika seorang warga negara Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, pilot helikopter PT Intan Angkasa Air Service, tewas dibunuh oleh kelompok KSB.

    Tanpa menunggu perintah, TNI langsung bertindak cepat. Dalam sebuah misi kemanusiaan yang dilakukan pada 6 Agustus, pasukan TNI mengevakuasi jenazah Glen bersama tenaga kesehatan, guru, dan balita yang juga terancam, sebagai bentuk kepedulian tulus tanpa syarat, bahkan sebelum adanya permintaan resmi dari pihak keluarga atau pemerintah Selandia Baru.

    Tak hanya itu, keberhasilan TNI dalam misi pembebasan Kapten Pilot Phillip Mark Mehrtens (Susi Air) pada 21 September 2024 menjadi bukti nyata bahwa TNI adalah pilar utama perlindungan tidak hanya bagi warga Indonesia, tetapi juga bagi warga dunia yang berada di tanah Papua.

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Panglima Habema) Mayjen TNI Lucky Avianto menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan dasar dari kesejahteraan. “TNI dan Polri tidak hanya fokus pada penanganan kelompok separatis. Kami juga berupaya membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kami ingin Papua berkembang, di mana masyarakat merasa aman dan terlibat dalam proses pembangunan,” tuturnya.

    Dengan pendekatan yang responsif, profesional, dan humanis, TNI kini tidak hanya dipandang sebagai alat negara, tetapi juga sebagai simbol harapan dan perlindungan bagi masyarakat Papua di tengah berbagai ancaman yang ada.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)