Bangun Harmoni Perbatasan Lewat Komsos Humanis

    0
    75

    Warga Merasa Aman dan Diperhatikan

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Meskipun cuaca dingin di perbatasan RI-PNG, para prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 1 Marinir tetap berkomitmen untuk menyebarkan kehangatan melalui pendekatan humanis kepada masyarakat. Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, mereka tidak hanya membawa senjata, tetapi juga senyuman dan kepedulian melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang rutin di desa-desa yang mereka bina.

    Di bawah pimpinan Letkol Marinir Siswanto, Satgas secara aktif terjun ke lapangan untuk menyapa warga, mendengarkan keluhan mereka, dan membangun hubungan emosional yang kuat.

    “Kami ingin kehadiran TNI bukan hanya sebagai simbol penjaga negara, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat perbatasan,” ungkap Dansatgas Siswanto pada Minggu, 13 April 2025.

    TNI: Lebih dari Sekadar Penjaga, Melainkan Saudara
    Menurutnya, komunikasi sosial (komsos) tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan keamanan, tetapi juga berperan dalam menjaga silaturahmi dan memperkuat ikatan persaudaraan di daerah-daerah terpencil.

    “Melalui komunikasi yang terjalin, kami dapat memahami kebutuhan masyarakat dan berupaya hadir sebagai solusi,” tambahnya.

    Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat memberikan dampak positif yang signifikan. Seorang warga menyatakan bahwa kegiatan komsos yang rutin telah menciptakan rasa aman dan nyaman di kampung mereka. “Kami merasa diperhatikan, dan anak-anak kini tidak lagi takut melihat tentara. Mereka bahkan senang bermain bersama,” ungkap warga tersebut dengan mata berbinar.

    **Apresiasi dari Panglima Koops Habema**

    Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan kepada para personel marinir atas konsistensi mereka di lapangan. Ia menilai bahwa pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas merupakan cerminan nyata dari transformasi TNI yang modern, profesional, dan dekat dengan masyarakat.

    “Keakraban ini menjadi dasar yang penting untuk menjaga Papua tetap damai dan bersatu. Ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati,” tegas Pangkoops.

    Melalui kegiatan seperti ini, Satgas Pamtas Yonif 1 Marinir menunjukkan bahwa pertahanan negara tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan ketulusan hati untuk rakyat.

    Autentikasi:
    (Kopda M. Fajar/Red-033)