Menko PMK Pimpin Tim Delegasi Bantuan Korban Gempa Myanmar

    0
    117

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin tim yang mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Myanmar. Tim ini berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis, 3 April 2025.

    Pengiriman bantuan ini mencerminkan solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN dan merupakan bagian dari kepemimpinan Indonesia dalam penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.

    “Saya bersama Kepala BNPB, Kepala Basarnas, anggota Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait akan segera berangkat ke Myanmar, menuju kota Naypyidaw, dan dijadwalkan tiba pada sore hari. Setelah itu, kami akan melanjutkan perjalanan ke Yangon,” ujar Pratikno dalam keterangan pers pada Kamis, 3 April 2025.

    Pratikno menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini telah melalui koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam Rapat Tingkat Menteri yang diadakan pada Ahad (30/3/2025). Hasil dari rapat tersebut menghasilkan keputusan strategis mengenai mekanisme bantuan, termasuk pengiriman Tim Urban Search and Rescue (USAR), Emergency Medical Team (EMT), serta bantuan logistik untuk mendukung upaya tanggap darurat di Myanmar.

    “Bantuan yang kami kirimkan hari ini adalah tahap ketiga. Tahap pertama telah diberangkatkan pada hari Senin lalu, diikuti tahap kedua pada hari Selasa dengan dua kloter. Hari ini, pada tahap ketiga, kami mengirim dua pesawat: satu untuk penumpang dan satu untuk kargo,” kata Pratikno.

    Diketahui, tim pendahulu dari Pemerintah RI telah diberangkatkan pada 31 Maret 2025 untuk melakukan asesmen awal, yang kemudian diikuti oleh pengiriman tim USAR dan TNI yang terdiri dari 73 personel pada 1 April 2025 untuk operasi penyelamatan.

    Pratikno mengungkapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam pengiriman bantuan ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait, serta jajaran TNI/Polri yang mendukung kelancaran proses tersebut.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah bekerja sama. Kolaborasi ini memungkinkan kita untuk memberikan bantuan dengan cepat kepada saudara-saudara kita di Myanmar,” kata Pratikno.

    Sebelumnya, pada Jumat (28/3/2025), gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Sagaing – Mandalay, Myanmar. Guncangan tersebut terasa hingga India, Bangladesh, Thailand, dan China, dan diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo. Bencana ini mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur, menewaskan sejumlah orang, dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal. (Red-033)