Gempa Guncang Banda Aceh 30 Maret 2025

    0
    149

    ACEH, Cakrayudha-hankam.com – Pada Minggu pagi, 30 Maret 2025, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar mengalami gempa darat dangkal yang cukup kuat. Banyak warga melaporkan merasakan guncangan yang lama dan kuat dari gempa tektonik tersebut.

    “Sangat lama. Min, ini Insya Allah aman kan? Soalnya sudah lama tidak ada gempa sekuat ini,” ujar salah satu warga sebagai tanggapan terhadap informasi gempa yang disampaikan oleh BMKG melalui akun media sosialnya di X.

    Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 5,2, yang diperbarui dari informasi awal yang menyebutkan magnitudo 5,4. Gempa terjadi pada pukul 09.58 WIB, dengan pusatnya terletak 16 kilometer di timur laut Banda Aceh dan kedalaman 12 kilometer.

    “Gempa bumi ini merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar Seulimeum,” ujar Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam pernyataan yang dirilis setelah kejadian gempa.

    Ia menjelaskan bahwa guncangan terkuat dirasakan di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan skala intensitas IV MMI. Pada skala ini, menurut kriteria BMKG, banyak orang merasakan guncangan di dalam rumah.

    Sementara itu, di Takengon, skala intensitas yang tercatat adalah III MMI, di mana getaran gempa terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang melintas. Di daerah Pidie, Pidie Jaya, dan Sabang, guncangan dirasakan pada skala intensitas II-III MMI. Sedangkan di Aceh Jaya, Aceh Tengah, Bireuen, dan Lhokseumawe, skala yang tercatat adalah II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang.

    Sejumlah pengguna media sosial yang mengaku berada di Banda Aceh menyatakan keraguan terhadap data mengenai kekuatan gempa tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa mereka pernah merasakan guncangan gempa dengan skala 5 MMI, namun tidak sekuat gempa terbaru ini. Sebaliknya, ada juga yang pernah mengalami guncangan setara, tetapi dengan magnitudo yang lebih tinggi.

    Pernyataan seperti “Ini beneran 5, tapi rasanya kayak 7,” “Gak mungkin ini cuma 5,” dan “5,4 kok terasa sangat kuat ya” banyak beredar di kalangan mereka.

    Menanggapi hal ini, Daryono menjelaskan bahwa kedalaman pusat gempa yang dangkal menyebabkan energi tetap besar di permukaan. “Terutama bagi mereka yang berada di daerah tanah lunak, guncangan akan terasa lebih kuat,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu siang.

    Secara terpisah, Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengonfirmasi bahwa gempa dirasakan cukup kuat selama 2-3 detik di Kota Banda Aceh. “Berdasarkan kajian awal, tidak ada korban jiwa, dan hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat kejadian ini,” ujarnya. (Red-033)