Satgas Hadir di Setiap Luka, Peduli di Setiap Langkah

    0
    53

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di pedalaman Papua, Satgas Yonif 733/Masariku kembali menunjukkan komitmennya untuk melayani masyarakat. Pada Sabtu (29/03/2025), prajurit Satgas dengan cepat memberikan pertolongan medis kepada seorang warga Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, yang mengalami luka akibat kecelakaan kerja.

    Laporan tentang insiden tersebut diterima dari warga yang meminta bantuan di Pos Batas Batu. Tanpa ragu, tim kesehatan Satgas segera bertindak. Luka tersebut ditangani dengan cepat, obat-obatan diberikan, dan yang lebih penting, kehadiran mereka memberikan rasa aman dan harapan bagi masyarakat.

    “Kami selalu siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Ini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan hati kami,” ungkap Dansatgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena.

    Lebih dari Sekadar Tugas, Ini Bentuk Kepedulian
    Kehadiran Satgas Yonif 733/Masariku di Nduga tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui bantuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial.

    “Kami tidak hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Setiap bantuan yang kami berikan merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap saudara-saudara kami di Papua,” ungkap Dansatgas.

    Masyarakat Kampung Mumugu mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesigapan dan perhatian para prajurit. Selain memberikan pengobatan, kehadiran Satgas Yonif 733/Masariku juga menjadi sumber ketenangan dan kekuatan bagi warga setempat.

    TNI dan Rakyat: Bersatu dalam Kemanusiaan
    Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial Satgas Yonif 733/Masariku yang dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. TNI tidak hanya hadir di medan perang, tetapi juga di tengah rakyat, sebagai sahabat, pelindung, dan keluarga.

    Setiap luka yang dirawat dan setiap tangan yang terulur menunjukkan bahwa TNI ada bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk mencintai.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)