Polandia,(Cakrayudha-hankam.com) – Arkeolog di Polandia menggali kuburan massal yang diduga kuburan vampir. Tengkorak mereka terpisah dan diletakkan di antara kaki. Selain itu di dalam mulut mereka ada koin. Ini diduga dilakukan agar 450 jasad tersebut tidak bangkit dari kuburnya.
Dalam cerita legenda Polandia, vampir (vjesci) digambarkan sebagao sosok pucat pasi yang berkeliaran di jalan-jalan saat terang bulan dan makhluk haus darah.
Seperti dikutip media ini dari Ancient Origins, Senin (12/06/23), 450 mayat vampir dan tulang belulang ditempatkan dalam tiga liang lahat.
Kerangka ini digali pekerja jalan di dekat pemakaman abad ke-19 di desa Luzino, timur laut Polandia.
Mengapa kerangka tersebut disebut vampir? karena setiap jasad yang ditemukan telah dimutilasi, di mana kepala atau tengkorak mereka diletakkan di antara kedua kaki dan koin di mulut.
Aksi tersebut dinilai dapat mencegah jasad vampir bangkit dari kubur dan menakuti masyarakat.
Arkeolog Polandia, Maciej Stromski mengatakan, tim peneliti menemukan banyak contoh keyakinan bahwa orang mati akan bangkit dari kubur dan itu bisa dicegah dengan memutilasi jasad mereka.
Stromski mengatakan, di daerah pedesaan Polandia pada abad ke-19, memenggal kepala vampir merupakan praktik umum. Sedangkan aksi menaruh koin di mulut vampir diyakini untuk mencegah kutukan vampir, mencegah mereka bangkit dari kematian, dan menghentikan mereka menyebarkan penyakit pada manusia yang masih hidup.
“Karena itu, setelah penguburan, kuburnya digali dan kepala orang yang sudah mati itu dipenggal, yang kemudian ditaruh di antara kaki,” tandasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)

