Surabaya, Cakrayudha-hankam.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi kurangnya tenaga pendidikan, sebanyak 1900 Guru akan memasuki masa pensiun pada tahun ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Surabaya, Ira Tursilowati, sudah merencanakan pengajuan kuota CPNS Surabaya 2026 untuk menyikapi kekurangan guru yang mencapai ribuan.
Pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat terkait rekrutmen CPNS 2026 tersebut.
“Semua bergantung pusat. Koordinasi sementara menunggu dinamika daerah lain juga. Tapi kondisi kurangnya guru di Surabaya berpeluang untuk rekrutmen CPNS 2026. Tunggu keputusan pusat,” kata Ira Tursilowati, Mingu (23/11/2025).
Kota Surabaya terakhir membuka rekrutmen CPNS atau pendaftaran aparatur sipil negara (ASN) pada 2024.
Pemkot memprioritaskan para pegawai honorer untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK).
Ira menyebut bahwa tahun ini memang terus memberi perhatian serius atas keberadaan PPPK. Pemerintah membuka rekrutmen pegawai kontrak pemerintah ini dengan tes terbuka.
“Ada PPPK penuh dan ada yang paruh waktu. Saat ini tengah dituntaskan seleksi PPPK paruh waktu. Setelah ini, kita lihat saja nanti kemungkinan CPNS 2026. Sebab semua bergantung pusat,” tambah Ira.
Namun BKPSDM Surabaya memberi sinyal bahwa kemungkinan pendaftaran CPNS itu bisa digelar tahun depan. Jika lowongan CPNS ini jadi dibuka maka formasi guru dimungkinkan lebih banyak. Selain karena memang tenaga fungsional ini dibutuhkan juga kebutuhan akan guru cukup mendesak.
“Sebanyak 1.900 guru pensiun dan harus ada penggantinya. Selain guru, tenaga kesehatan dan paramedis juga dibutuhkan di Kota Surabaya.
Layanan kesehatan dan pendidikan memang adalah layanan mendasar warga yang diutamakan,” Tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa kebutuhan guru yang besar tidak terlepas dari tingginya angka pensiun setiap tahun.
Kondisi ini menyebabkan sejumlah sekolah kekurangan guru kelas maupun guru mata pelajaran, baik SD maupun SMP.
“Soal kekurangan tenaga guru, itu karena pensiunnya yang terus berjalan,” kata Yusuf ketika dikonfirmasi di Surabaya beberapa waktu lalu.
Yusuf mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Surabaya.
“Untuk mengantisipasi, kita sudah koordinasi dengan perguruan tinggi. Ada program Surabaya Mengajar dan juga sudah koordinasi dengan pusat. Mudah-mudahan formasinya segera bisa tersedia,” pungkas Yusuf.

