Bantu Ringankan Tugas Guru, Mahasiswa Unair Integrasikan AI ke Sekolah

    0
    68
    TANTANGAN KURIKULUM MERDEKA: Mahasiswa KKN BBK 5 Unair mengenalkan Artificial Intelligence (AI) untuk memudahkan beban administrasi guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum, Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, [Foto: MC Provinsi Jatim]

    GRESIK, Cakrayudha-hankam.com – Saat ini, kurikulum merdeka menjadi tantangan baru bagi para guru dalam mendidik siswa. Dalam kurikulum merdeka itu, setiap guru dituntut untuk dapat menyelesaikan capaian pembelajaran dengan menyusun modul ajarnya sendiri. Hal itu juga menjadi tantangan bagi guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum, Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Menghadapi tantangan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 5 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang berkegiatan di Desa Gumeng, Kabupaten Gresik membawakan program kerja Artificial Intelligence (AI) Sahabat Guru.

    Dalam kegiatan itu, mahasiswa Unair juga menggandeng organisasi non-profit yang bergerak di bidang pendidikan, Kupuku Indonesia sebagai mitra.

    Dalam program kerja itu, Albert Rafael selaku koordinator KKN BBK 5 Unair, menyampaikan inovasi dalam integrasi kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini dapat mempermudah para guru menyelesaikan kewajiban administrasi yang berkaitan dengan implementasi kurikulum merdeka yang mana guru diberikan kewajiban dalam menyusun modul ajarnya sendiri yang berisi capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP) serta alur tujuan pembelajaran (ATP) .

    “Dalam integrasi AI ke sekolah, kami memberikan terobosan baru dalam menyusun CP, TP maupun ATP dengan bantuan AI. Tentunya untuk mendapatkan hasil yang spesifik diperlukan prompt yang tepat. Workshop ini bertujuan agar guru lebih paham cara penggunaan prompt AI yang detail dan sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Albert Rafael, dalam rilis Unair, Senin(20/1/2025).

    Dalam program kerja itu, para guru dikenalkan dengan beberapa platform digital yang menyediakan layanan AI seperti Perplexity, Chat GPT sampai dengan Canva. Setelah itu, guru diajak untuk membuat prompt yang sesuai dengan modul ajar yang ingin dibuat dan implementasi modul dalam bentuk materi dilakukan dengan bantuan Canva untuk membuat presentasi.

    “Dalam program ini guru tidak hanya dikenalkan dengan AI untuk mencari materi apa saja yang akan disampaikan dalam pembelajaran. Namun juga solusi dari permasalahan riil kondisi siswa di kelas yang kurang kondusif serta memberikan rekomendasi metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi yang ada,” papar Albert.

    Albert juga menyampaikan, antusiasme guru sangat besar dalam mengikuti program ini. Pengenalan AI untuk memudahkan beban administrasi itu disambut baik oleh para guru di MI Nurul Ulum.

    Bahkan, respon positif itu ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan para guru terkait penggunaan AI.

    “Melalui program ini, banyak guru yang merasa terbantu dalam meringankan beban administrasinya. Beberapa guru menyampaikan betapa mudahnya dalam menyusun modul ajar menggunakan bantuan AI. Selain itu, banyak guru yang bersemangat untuk mengaplikasikan metode ini secara langsung di kelas,” pungkas Albert. (Red-050)

     

    Sumber: infopublik.id