Dituduh Curi HP, Santri Ponpes di Boyolali Dibakar, RSUD Simo: Luka Bakar 38%

    0
    115
    Tersangka GSD menundukkan kepala saat hendak dimintai keterangan penyidik di Sat Reskrim Polres Boyolali, Selasa (17/12/2024) malam. [Foto: detikJateng]

    BOYOLALI, Cakrayudha-hankam.com – Tragedi mengerikan dialami SS (16), seorang santri kelas 1 di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (16/12/2024) malam.

    SS jadi korban pembakaran yang dilakukan oleh seorang tamu berinisial GSD (21). Aksi pembakaran tersebut dipicu SS yang dituduh mencuri handphone (HP) milik adik dari GSD.

    Kabar terakhir yang diterima awak media, kondisi santri kelas 1 Kuliyatul Mu’allimin Tahfizhul Qur’an (KMT) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tersebut kini mulai stabil.

    “Kondisi stabil, luka bakar kalau hitungan medis 38 persen,” ujar Direktur RSUD Simo, Ratmi Pungkasari, di Kabupaten Boyolali, Kamis (19/12/2024).

    Ratmi mengungkap, korban dibawa ke rumah sakit pada Senin (16/12/2024) sekitar pukul 23.59 WIB. “Korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya. “Wajah sebelah kiri sampai leher, telapak tangan kiri, kedua kaki dari paha sampai pungung kaki di kanan kiri,” ungkap dia.

    Ratmi menjelaskan, saat ini kondisi korban sudah cukup membaik. Hal itu, ditandai dengan kondisi luka bakar di wajah yang sudah mulai mengering. “Sementara (luka bakar) yang agak berat di kaki,” ucapnya.

    Ratmi menyebut, luka bakar korban di kaki masuk ke dalam tingkat 3, lantaran sudah melepuh. Sedangkan luka bakar di wajah ialah tingkat 2, lantaran masih dipermukaan kulit.

    Peristiwa pembakaran yang dilakukan keluarga teman korban  terjadi pada Senin (16/12/2024). Korban dibakar di ruang tamu ponpes setempat, menggunakan bensin yang disiramkan dan mengenai kaki korban.

    Korban dituduh telah mencuri telepon genggam milik adik pelaku. Terduga pelaku terus menginterogasi korban dan mengancamnya dengan tindakan kekerasan. Tak lama berselang, pelaku langsung menyiramkan bensin dan membakar tubuh korban. (Red-050)

     

    Sumber: metrotvnews.com