Puluhan Penghuni Gedung Setan Dievakuasi Gegara Atap Bangunan Ambrol

    0
    141
    Puluhan penghuni Gedung Setan di Jalan Banyu Urip Wetan I-A Surabaya yang dievakuasi karena atap bangunannya ambrol, Rabu (18/12/2024). [Foto: suarasurabaya.net]

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com  – Atap Gedung Setan Surabaya di Jalan Banyu Urip Wetan I-A, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, ambrol pada Rabu (18/12/2024). Ambrolnya atap Gedung Setan itu mengakibatkan puluhan warga penghuninya dievakuasi sementara.

    Dari pantauan awak media, terlihat separuh lebih genteng bangunan ambrol. Sementara, seisi penghuni gedung dua lantai itu sudah kosong, meski masih ada perabot rumah tangga yang tertinggal di setiap kamar.

    Camat Sawahan, Amiril Hidayat, ST., menjelaskan kejadian awal pada Rabu (18/12/2024) sekitar pukul 17.00 WIB usai gerimis. Dugaan sementara penyebab atap ambrol, karena kondidi bangunan itu sudah lapuk dan berusia lama, yakni sejak peninggalan Zaman Belanda.

    “Sementara kita evakuasi ke Balai RW setempat, ada sebagian penghuni yang dijemput keluarganya,” ucap Amiril, seperti dikutip dari suarasurabaya.net, Rabu (18/12/2024) malam.

    Hasil pendataan, kata Amiril, ada 60 jiwa atau 18 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni Gedung Setan tanpa diketahui pemilik legalnya itu. “Kami membantu evakuasi beberapa hari ke depan. Kita tawarkan ikut saudara atau gimana. (Warga yang tidak punya keluarga) kita pikir lagi, sementara ini yang penting mereka aman dulu,” imbuhnya.

    Soal kemungkinan perbaikan gedung, kata Amiril, masih akan dibahas bersama Pemkot Surabaya. Pasalnya, gedung itu bukan aset pemerintah. Warga yang tinggal pun memakai alamat gedung untuk domisili KTP. “Sebagian (yang tinggal) warga sini dan luar Surabaya. Mereka tinggal di sini banyak, turun-temurun,” ucapnya lagi.

    Secara kebijakan, Amiril menerangkan, warga yang tidak punya tempat tinggal otomatis akan dikembalikan ke asalnya. “Akan diarahkan ke yang baru,” tandasnya.

    Sementara itu, Sulastri (42) salah satu penghuni lantai dua Gedung Setan, mengaku sedang tidak di rumah saat kejadian. “Ingginnya diperbaiki balik lagi kalau bisa. Kalau diperbaiki bagus yang layak huni enggak bahaya. Saya aslinya Sumatera,” tuturnya.

    Sulastri berharap, Gedung Setan yang ia tempati bersama sembilan anggota keluarganya itu akan diperbaiki pemerintah dan bisa kembali ditinggali. “Sejak lahir suami saya di sini, mertua juga. Total keluarga saya tiga kamar. Tidak sewa kamar, cuma bayar listrik sendiri-sendiri,” tandas Sulastri dengan polos. (Red-050)

     

    Sumber: suarasurabaya.net