Tim TNI AL Gagalkan Pemberangkatan 17 PMI Non Prosedural dan 24 WNA Asal Bangladesh

    0
    173
    Prajurit TNI AL yang bertugas di Tim F1QR Lanal Kota Dumai dan Satgas Gabungan Koarmada I berhasil menggagalkan pemberangkatan 17 orang calon PMI non-prosedural dan 24 orang WNA asal Bangladesh menggunakan sarana laut dengan tujuan Malaysia, di Pesisir Pantai Pelintung, Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Sabtu (30/11/2024). [Foto: Dispen AL]

    DUMAI, Cakrayudha-hankam.com – Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang bertugas di Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kota Dumai dan Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dan 24 orang warga negara asing (WNA) asal Bangladesh menggunakan sarana laut dengan tujuan Malaysia, di Pesisir Pantai Pelintung, Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau, Sabtu (30/11/2024).

    Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Kota Dumai, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (PM) Priatno mewakili Komandan Lanal (Danlanal) Kota Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, saat memberikan keterangan pers di Markas Komando (Mako) Lanal Kota Dumai pada Minggu (1/12/2024), mengatakan dan membenarkan bahwa tim gabungan TNI AL berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan calon PMI non-prosedural dan WNA asal Bangladesh ke Malaysia di wilayah Pesisir Pantai Pelintung Dumai.

    Tidak hanya itu saja, tim gabungan TNI AL juga berhasil menangkap dua orang laki-laki yang diduga pelaku Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) berinisial YN (43) warga Bangkinang dan BH (39) warga Dumai.

    Letkol Laut (PM) Priatno menerangkan, penggagalan tersebut berawal dari informasi terkait akan ada penyelundupan calon PMI non-prosedural dan WNA dari Dumai ke Malaysia melalui Pesisir Pantai Pelintung.

    Setelah mendapat perintah dari Danlanal Dumai, tim gabungan TNI AL yang dibagi menjadi dua (tim laut dan tim darat) segera bergegas menuju lokasi. Tim laut bergerak menggunakan speed boat Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Bengkalis dan tim darat bersama tim Satgas Gabungan bergerak dari Pos Angkatan Laut (Posal) Bengkalis menuju Pesisir Pantai Pelintung.

    Pada sore harinya, tim darat mencurigai dan mengamankan YN, seorang sopir mobil Xenia Hitam dengan Nopol B 1841 PIZ menurunkan penumpang di wilayah Pesisir Pantai Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, yang membawa 10 orang WNA Bangladesh diduga akan diselundupkan melalui laut ke Malaysia.

    Tim darat segera melaksanakan pengembangan dan koordinasi ke tim laut yang melaksanakan penyekatan terhadap speed boat pengangkut calon PMI dan WNA tersebut.

    Tim darat kemudian melaksanakan penyisiran ke sekitar titik lokasi penurunan dan kembali menemukan 17 orang calon PMI non-prosedural dan 14 orang WNA Bangladesh serta mengamankan 1 orang pelaku, yaitu BH yang bertindak sebagai anak pantai (guide).

    “Terhadap dua orang terduga pelaku TPPM, kita serahkan ke Polres Dumai untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara 17 orang calon PMI serta 24 orang WNA asal Bangladesh diserahkan ke P4MI Dumai dan Imigrasi Kelas I TPI Kota Dumai untuk pendataan dan proses lebih lanjut,” pungkas Letkol Laut (PM) Priatno.

    Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menerima segala informasi yang diterima, serta menindak tegas segala bentuk upaya tindak ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (Red-050)

     

    Sumber: Dispen AL