SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Nama pengusaha Surabaya Ivan Sugianto, tersangka kasus kekerasan anak yang memaksa pelajar SMA sujud dan menggonggong hingga viral di medsos masih saja menyita perhatian.
Sebelum video penangkapannya di Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis (14/11) sekira pukul 16.00 WIB viral di medsos, foto ia dengan sejumlah petinggi TNI dan Polri menyita perhatian warganet.
Salah satu foto yang viral di medsos dimana Ivan Sugianto bersama tiga temannya, tersenyum di dekat Wakil Kasat Reskrim Surabaya, Kompol Teguh Setiawan.
Nama pengusaha Surabaya Ivan Sugianto, tersangka kasus kekerasan anak yang memaksa pelajar SMA sujud dan menggonggong hingga viral di medsos masih saja menyita perhatian.
Sebelum video penangkapannya di Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis (14/11) sekira pukul 16.00 WIB viral di medsos, foto ia dengan sejumlah petinggi TNI dan Polri menyita perhatian warganet.
Salah satu foto yang viral di medsos dimana Ivan Sugianto bersama tiga temannya, tersenyum di dekat Wakil Kasat Reskrim Surabaya, Kompol Teguh Setiawan.
Salah satunya memperlihatkan Ivan Sugianto di dalam mobil bersama dua anggota TNI.
Ada juga foto lain yang menunjukkan Ivan Sugianto bersama polisi saat memaksa siswa untuk sujud dan menggonggong di hadapannya.
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Teguh sendiri mengonfirmasi foto tersebut adalah dokumentasi lama.
“Itu foto lama saat saya baru pindah Polrestabes Surabaya. Bukan saat Ivan Sugianto diperiksa,” katanya melansir Surya.co.id.
Kompol Teguh Setiawan memastikan, Ivan Sugianto sudah diperiksa terkait dugaan berbuat onar di Sekolah Kristen Gloria 2.
Dia memastikan laporan tersebut sedang berjalan.
Laporan kasus ini dibuat oleh pihak sekolah. Berdasarkan informasi, polisi kini menghadapi kendala dalam mengumpulkan bukti yang cukup.
Polisi belum bisa mengambil keterangan dari korban.
Foto Ivan Sugianto saat diperiksa pun ada.
Itu sebagai dokumen laporan ke pimpinannya.
“Pihak Ivan Sugianto sudah pernah diperiksa berkaitan laporan informasi dan laporan dari Gloria. Proses perkara sedang berjalan, polisi masih mengumpulkan alat bukti,” ujar pria yang pernah menjabat Plt Kasatreskrim Polrestabes Surabaya.
Di tempat terpisah, Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto buka suara terkait kabar kedekatan Ivan Sugianto yang berstatus pengusaha dengan sejumlah petinggi Polri.
Saat ekspos kasus kekerasan anak di Surabaya, Kamis (14/11), ia meminta awak media untuk fokus dalam penanganan kasus ini.
“Mohon jangan digiring kemana-kemana. Fokus dalam penanganan kasus ini,” imbaunya.
KRONOLOGI Penangkapan Ivan Sugianto
Penyidik Polrestabes Surabaya sebelumnya mengungkap kronologi penangkapan Ivan Sugianto pada Kamis (14/11) sore di Bandara Juanda.
Polisi menetapkan Ivan Sugianto sebagai tersangka setelah aksinya memaksa pelajar SMA Kristen Gloria Surabaya untuk sujud dan menggonggong viral di medsos.
Kejadian ini terjadi pada 21 Oktober 2024 di SMA Gloria 2 Surabaya.
Kejadian berawal saat SMA Kristen Gloria bertanding basket dengan sekolah swasta lain di Surabaya.
Keributan itu dipicu saling ejek pelajar SMA Kristen Gloria 2 berinisial EN dengan siswa SMA swasta lain berinisial AL saat pertandingan basket di mal.
“Masalahnya itu saling ejek. Siswa Gloria mengejek siswa Cita Hati di medsos,” kata Kapolsek Mulyorejo Kompol Aspul Bakti.
EN mengejek AL yang karena kalah dalam pertandingan basket tersebut.(Red)

