Penyuluhan Kesehatan Jantung dan Bakti Sosial Pemberian Santunan Disabilitas Tunarungu

    0
    98

    Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kesehatan jantung, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Forum Komunikasi Tunarungu Indonesia (Fokatri) Pusat jawa Timur mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan jantung dan bakti sosial yang dihadiri oleh Endang Kastutik dari Dinas Sosial dan Farida Cahyani dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh makna, bertempat di Rumah Makan Taman Sari jalan Kacah Piring nomor 11, Surabaya pada Rabu, (25/09/2024).

    Kegiatan dibuka oleh Suluh Indrianto sebagai pembawa acara, diikuti dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” versi disabilitas tunarungu, yang menjadi momen spesial bagi semua peserta. Doa pembuka dipimpin oleh Jajuli, Ketua Fokatri Pusat Jawa Timur, yang memberikan nuansa spiritual pada acara ini.

    Dalam sambutannya Syamsuddin selaku Ketua Panitia menyampaikan, “kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan jantung yang semakin penting untuk diperhatikan di era modern ini.”

    “Penyuluhan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang penyakit jantung, tetapi juga untuk memberikan wawasan tentang cara pencegahan dan perawatan yang tepat,” ulasnya.

    “Selain itu, kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang mengalami disabilitas tunarung,” tukasnya.

    “Santunan yang kami berikan bukan hanya sekadar materi, tetapi juga harapan dan dukungan moral bagi mereka agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini, baik dari segi dukungan moril, materi, maupun tenaga. Semoga kerja keras kita dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Ketua Panitia.

    “Mari kita jalani kegiatan ini dengan semangat kebersamaan dan saling berbagi, serta berharap agar ilmu dan bantuan yang kita berikan dapat membawa perubahan positif,” tandasnya.

    “Akhir kata, selamat mengikuti kegiatan ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah kita semua,” jelasnya.

    Endang Kastutik dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dalam sambutannya menyampaikan, “kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan.”

    “Kesehatan jantung adalah salah satu aspek yang sangat penting, dan melalui penyuluhan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang cara menjaga kesehatan jantung, terutama di kalangan penyandang disabilitas,” ujarnya.

    “Kami menyadari bahwa penyandang disabilitas, termasuk tunarungu, sering kali menghadapi berbagai tantangan, baik dalam akses layanan kesehatan maupun dalam mendapatkan perhatian yang layak. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan dan dukungan sosial,” tandasnya.

    “Dalam kesempatan ini, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ulasnya.

    Endang Kastutik menambahkan, “mari kita tingkatkan kepedulian dan saling mendukung dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif. Sekali lagi, terima kasih atas kehadiran dan partisipasi semua pihak, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kita semua.”

    Farida Cahyani dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kemudian menyampaikan penyuluhan mengenai kesehatan jantung. Ia menjelaskan berbagai faktor penyebab penyakit jantung serta cara-cara pencegahannya. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab, di mana peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan jantung, khususnya bagi mereka yang memiliki disabilitas.

    Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada penyandang tunarungu dan disabilitas. Momen ini sangat berarti, memberikan perhatian dan dukungan langsung kepada mereka yang membutuhkan.

    Kegiatan diakhiri dengan doa penutup dan ramah tamah, yang menciptakan suasana akrab di antara peserta. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran akan kesehatan jantung, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di kalangan masyarakat.

    Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan. Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan mendukung acara ini.(EH.033)