Gresik,(Cakrayuha-hankam.com) – Polres Gresik tetapkan dua pesilat yang keroyok dua pesilat asal Gresik dan harus mendekam di balik jeruji besi setelah mengeroyok dan melukai seorang pemuda berinisial BP (21) dengan sebilah celurit seperti dilansir media ini pada Sabtu,24/08/24)
Akibat insiden pengeroyokan itu, korban harus menjalani perawatan intensif setelah mendapatkan tiga luka tusuk pada bagian pinggang.
Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Gresik Iptu Eriq Panca mengungkapkan dua pesilat yang ditetapkan tersangka ialah Dwi Sujianto (26) asal Kecamatan Cerme dan Angga Saputro (22) asal Kecamatan Benjeng.
Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum pesilat itu dipicu karena masalah atribut atau pakaian yang dipakai korban,” kata Iptu Eriq panca.
Jumat (23/8). Peristiwa pengeroyokan yang terjadi di Morowudi Kecamatan Cerme itu bermula saat pelaku bersama sekelompok rekannya sengaja melakukan sweeping untuk mencari korban. ”
Para pelaku mencari korban dengan motif eksistensi,” ujar dia.
Kemudian, pelaku mendapatkan sasaran saat melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 04:30 WIB.
Mereka melihat korban berkendara seorang diri serta menggunakan hoodie bergambar logo perguruan silat dengan aliran berbeda.
Kemudian langsung menyerang korban dengan sebilah celurit. Tepat pada bagian pinggang kanan,” jelasnya.
Situasi itu membuat korban hilang kendali hingga terjatuh dari motor. Namun, para tersangka kembali menghajar dan membuat korban babak belur serta mengalami tiga luka tusukan.
Namun, para tersangka kembali menghajar dan membuat korban babak belur serta mengalami tiga luka tusukan. “Setelah puas menghajar, mereka meninggalkan korban yang tergeletak begitu saja,” ucapnya.
Petugas mengidentifikasi pelaku dari keterangan korban setelah menjalani pengobatan dan juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kedua pelaku tak berkutik saat ditangkap petugas di masing-masing kediamannya, bahkan orang tua pelaku kaget dan tidak menyangka bahwa putranya terlibat aksi pengeroyokan.
Ini perlu menjadi perhatian serius, agar pihak orang tua mengawasi betul aktivitas anak-anaknya di luar rumah,” tutur Iptu Eriq panca.(EH.054)

