Emak-emak Warga Eks Kampung 1001 Malam Protes Lampu TL Tak Kunjung Dipasang

    0
    69
    Aksi emak-emak warga eks Kampung 1001 Malam melakukan protes kepada Pemkot Surabaya supaya segera dipasang Lampu TL di depan Rusunawa Benowo-Pakal, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya. [Foto: EH-056/Cakrayudha-hankam.com]

    Aksi emak-emak warga eks Kampung 1001 Malam melakukan protes kepada Pemkot Surabaya supaya segera dipasang Lampu TL di depan Rusunawa Benowo-Pakal, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya. [Foto: EH-056/Cakrayudha-hankam.com]
    SURABAYA, (Cakrayudha-hankam.com) – Sejumlah emak-emak, warga eks Kampung 1001 Malam, pada Selasa (13/8/2024) siang, melayangkan protes kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, khususnya terhadap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

     

    Aksi protes emak-emak itu muncul, lantaran Pemkot Surabaya yang tak kunjung memasang lampu Traffic Light (TL) di depan lokasi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Benowo-Pakal, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

    Dalam aksinya, emak-emak bersama anaknya sambil membawa Bendera Merah Putih, mengeluhkan keamanan di depan Rusunawa Benowo-Pakal saat hendak menyeberang, baik untuk ke sekolah, ke pasar, atau hendak mengantar anak-anaknya mengaji.

    Sri Purwanti, salah satu warga eks Kampung 1001 Malam, mengatakan dirinya bersama warga Rusunawa Benowo-Pakal yang lain meminta jaminan keamanan saat hendak mengantar anak- anak atau pun ke pasar.

    “Di jalan sini sering terjadi kecelakaan, dan memakan korban luka-luka, baik luka ringan atau pun luka berat. Para pengendara kendaraan bermotor lajunya sangat kencang. Bahkan, truk-truk besar juga lewat di jalan sini,” tutur Sri Purwanti.

    Ia menambahkan, warga Rusunawa Benowo-Pakal meminta kepada Pemkot Surabaya, khususnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, agar lebih memperhatikan jalan-jalan yang rawan kecelakaan. Pemkot Surabaya harus segera memasang lampu TL guna mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

    “Kami mohon Pak Wali Kota segera memasang lampu TL di jalan ini. Apakah harus menunggu ada korban jiwa lagi?” keluhnya.

    Menurut sri Purwanti, seluruh warga eks Kampung 1001 Malam ingin keamanan terjamin keselamatannya saat hendak menyebrang. Meski sudah dipasang garis kejut oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub), namun pengendara motor dan mobil lajunya tetap kencang.

    “Kalau dipasang lampu TL, kan pengendara bisa lambat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kadishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), mengatakan untuk pengajuan lampu Trafic Light yang ada di depan Rusunawa Benowo-Pakal sudah diusulkan untuk anggarannya tahun depan.

    “Anggaran yang sudah diusulkan tahun depan. Untuk sementara, sudah dipasang pita pengaduh atau garis kejut,” kata Tundjung. (EH-056)