

Program ini bukan hanya sebagai bagian dari pemeliharaan ketahanan pangan, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mendukung ekosistem melalui penyerbukan tanaman.
Tahap awal budidaya lebah madu ini, melibatkan persiapan kotak-kotak sarang bagi lebah, pemeliharaan koloni, serta pengelolaan sumber makanan seperti nektar bunga yang menjadi bahan utama produksi madu. Proses panen madu pun dilakukan secara teliti, memastikan madu yang dihasilkan sudah matang dan siap dipanen dari sel-sel sarang.
Program budidaya lebah madu di Sathar 32 tidak hanya menambah diversifikasi produksi pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan internal TNI AU. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat lingkungan, mengingat peran penting lebah dalam proses penyerbukan yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Langkah inovatif ini, menunjukkan komitmen TNI AU, khususnya Sathar 32, dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan. (Penkoharmatau)
