Setelah Diviralkan Sandi, Wakil Wali Kota Depok Buru-buru Perintahkan Alat Damkar Rusak Diperbaiki

    0
    84

    Depok,(Cakrayudha-hankam.com) – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) memerintahkan Kadis Kepala Dinas Damkar Depok dan Kepala Bidang (Kabid) Sarpras untuk segera memperbaiki peralatan Damkar yang rusak.

    Sebelumnya anggota Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Cimanggis, Sandi Butar Butar memviralkan peralatan mereka yang rusak.

    Sontak video milik sandi viral di media sosial. Netizen juga berbondong-bondong meninggalkan komentar untuk Pemkot Depok.

    Saat berkunjung ke (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Cimanggis, pada Minggu (28/7/2024) IBH membagikan momen pertemuannya dengan Sandi dan anggota Damkar UPT Cimanggis.

    Nampak, IHB yang mengenakan pakaian serba hitam terlihat saling hormat dengan Sandi dan berangkulan dengan raut senyum lebar.
    “Assalamualaikum, ini saya makasih nih Bang Sandi ya,” kata IBH, seperti dilansir media ini dari akun Instagram-nya, Senin (29/7/2024).

    Kata IBH, kedatangannya ke UPT Damkar Cimanggis untuk bersilaturahmi dan melihat-lihat sarpras yang rusak dan perlu diperbaiki.

    “Harusnya bisa segala perbaiki,” ujarnya.

    Sebelumnya, aksi anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok bernama Sandi Butar ‘room tour’ memamerkan kerusakan sarana prasarana (Sarpras) viral di sosial media (sosmed).

    Pria yang mengenakan seragam Damkar berwarna biru lengkap dengan sepatu pantofel hitam itu menunjukkan sejumlah peralatan yang rusak.

    Petugas Damkar itu memperlihatkan gergaji mesin yang rusak hingga rem tangan mobil yang blong tidak berfungsi dengan baik.

    “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang room tour di kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok. Ya, silahkan untuk warga masyarakat Kota Depok, saya mohon maaf sekali. Setiap ada telepon di UPT kami dan UPT-UPT lainnya mengenai pohon tumbang. Bukan kami tidak mau mengerjakan, tapi sensor kami rusak,” kata petugas Damkar itu, seperti dikutip media ini pada Jumat (19/7/2024).

    “Ya, kami sudah bikin nota dinas berbulan-bulan yang lalu, tapi belum dibenahi. Mohon maaf untuk warga Kota Depok,” sambungnya.

    Lantas, petugas damkar tersebut menaiki sebuah mobil pemadam dengan keadaan rem tangan sudah tidak berfungsi.

    Ia mengeluhkan kondisi tersebut yang membuat petugas Damkar was-was saat mengendarai mobil pemadam untuk bertugas.

    “Kalau di tanjakan rasanya dag-dig-dug, pengen copot (jantungnya), takut mobil mundur. Kalau untuk laporan atau nota di atas, kami sudah buatkan semuanya. Kalau dikata untuk laporan, kami sudah melapor kemarin sama seperti kemarin solar. Ya, Bapak, diramaikan dulu, baru dibenahi,” pungkasnya pada awak media mengakhiri perbincangan.(Red)