Pembunuhan di Batam Berawal dari Cekcok Korban dan Istrinya Lalu Gondrong Datang

    0
    118

    Batam,(Cakrayudha-hankam.com) – Motif Hermanto (46) alias Gondrong nekat menghabisi nyawa Samsudin (60), seorang lansia di Batam, diduga ada kaitannya dengan aduan sang kekasih, Mumun.

    Ironinya, wanita paruh baya bernama Mumun ini merupakan istri korban–Samsudin.

    Dari informasi yang Tribun Batam himpun di lapangan, kejadian penikaman yang membuat Samsudin meregang nyawa, bermula ketika Mumun mengadukan tindakan Samsudin kepada Gondrong.

    Ada adu mulut di antara Mumun dan Samsudin, membuat keduanya naik darah. Kesabaran sudah mencapai puncak, Samsudin kemudian memukul Mumun.

    Karena tidak terima dengan aduan tersebut, Mumun lalu melaporkannya kepada kekasih gelapnya, yaitu Gondrong.
    Mendengar aduan tersebut, Gondrong yang dipenuhi amarah langsung mendatangi korban kala itu.

    Sesampainya berjumpa dengan Samsudin, cekcok tak terelakkan.

    Adu mulut semakin memanas hingga akhirnya Gondrong hilang kendali dan melakukan tindakan nekat dengan menikam Samsudin berkali-kali menggunakan pisau yang dibawanya.

    Tikaman benda tajam itu membuat korban mengalami luka parah, dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong.

    Usai peristiwa itu, Mumun pergi bersama Gondrong meskipun tahu sang suami dalam kondisi sekarat.

    “Saya kabur karena dipaksa Gondrong,” ucap wanita paruh baya itu pada Tribun Batam saat di Bandara Hang Nadim Batam.

    Atas insiden itu, Samsudin meninggal dunia dengan luka tikam yang begitu mengerikan di tubuhnya.

    “Benar awalnya itu korban dengan Mumun cekcok. Karena enggak terima, melapor dia ke selingkuhannya itu,” ujar Kapolsek Batuampar, Kompol Dwihatmoko Wiroseno, Kamis (25/7/2024) malam.

    Ia melanjutkan, cekcok antara Gondrong dan Samsudin berujung pria 46 tahun itu menghunuskan pisaunya beberapa kali ke tubuh korban.

    Ditanya persoalan apa yang membuat suami istri (Samsudin dan Mumun) cekcok, polisi belum menyimpulkan.

    “Masih kami dalami dulu cekcok masalah apa Mumun sama korban,” kata Kapolsek.

    Akibat dari penikaman itu, Samsudin kehilangan banyak darah dan dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Bunda.

    “Dari hasil medis yang kami peroleh, ditemukan ada 9 luka tikam ya, di perut, dada, dan punggung korban,” tambahnya.

    Terhadap barang bukti pisau yang digunakan Gondrong menikam korban, saat ini masih dalam pencarian polisi. Sebab benda tajam itu telah dibuang ke parit.(Red)