Update Video Cekcok Ormas dengan Warga di Kebumen, Supono Dipanggil Polisi Wali Murid Minta Maaf

    0
    86

    Kebumen,(Cakrayudha-hankam.com) – Ribut-ribut ormas Pemuda Pancasila dengan wali murid di Kebumen akhirnya sampai ke polisi.

    Semua pihak yang terkait dimintai keterangan. Termasuk Supono sosok yang memang menjadi lakon dalam video viral.

    Ya, sebelumnya viral video cekcok ormas pemuda Pancasila dengan salah seorang pria.

    Dalam pembicaraan yang terdengar , cekcok adalah terkait dengan pungli yang terjadi di sekolah.

    Nah, inilah yang jadi masalahnya. Supono yang juga lurah di desa tersebut tidak terima dengan pelaporan ke polisi terkait dengan dugaan pungli di sekolah.

    Namun, pria yang bernama Sugiono yang ternyata pihak LSM yang menjadi perpanjangan tangan wali murid tetap melaporkannya ke polisi.
    Nah, inilah yang kemudian memancing debat hingga videonya viral.

    Polisi Turun Tangan , Wali Murid Minta Maaf
    Polres Kebumen akhirnya memberikan tanggapan terkait video cekcok antara anggota Pemuda Pancasila dengan LSM terkait laporan dugaan pungli di SD negeri.

    Tanggapan itu disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP La Ode Arwansyah.

    Dalam video yang diunggah akun Tiktok @seputarkebumen, La Ode mengatakan jika pihaknya telah memanggil pihak terkait.

    “Kami ingin sampaikan terkait dugaan intimidasi, pengancaman atau pemaksaan seperti yang terdengar dalam video yang telah beredar, bahwa Satreskrim Polres Kebumen melakukan pemanggilan atau klarifikasi dan pemerikasaan pada pihak-pihak yang terlibat,” ucapnya.

    “Yang kedua terkait laporan dugaan pungli, yang dilaporkan oleh LSM yang ada dalam video tersebut Satreskrim Polres Kebumen telah menerima laporan dugaan pungli dan melakukan upaya-upaya penyelidikan, pemeriksaan kepada pihak terkait,” lanjutnya.

    La Ode juga menambahkan jika pihaknya akan terus transparan dalam menyampaikan perkembangan kasus ini.

    Sementara itu, Herni, wali murid yang melaporkan dugaan pungli di SD negeri ke Polres melalui LSM kini telah meminta maaf.

    Dirinya pun mencabut kuasa kepada Sugiono selaku perwakilan LSM yang telah membantunya.

    “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Jatimulyo tanggal 1 bulan 7 tahun 2024.

    Saya Herni Setywati mohon maaf kepada sekolah SDN 1 Jatimulyo, Kecamatan Petanahan, kepala sekolah guru beserta karyawan SDN 1 Jatimulyo Kecamatan Petanahan.

    Atas laporan saya yang dikuasakan kepada bapak Sugiono, dari LSM tentang pungutan di sekolah dan semua pernyataan di Tiktok. Yang sebenarnya tidak sesuai kenyataan dan fiktif belaka.

    Saya mencabut kuasa saya kepada bapak Sugiono dan semua pernyataan saya di Tiktok. Permintaan maaf saya ini keluar dari hati yang paling dalam dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ucap Herni Setyowati.

    Sebelumnya, video cekcok antara anggota LSM dan anggota Pemuda Pancasila sekaligus lurah di Kebumen viral.

    Awalnya, Herni mengeluh tentang pungutan di SD negeri tempat anaknya bersekolah.

    Herni pun dibantu oleh pihak LSM yang diwakili oleh Sugiyono.

    Namun Supono yang merupakan lurah tempat Herni tinggal tak terima dan mendatangi rumah Herni.

    Supono itu tak terima karena orangtua murid melaporkan dugaan pungli di SD.

    Harusnya hal itu dibicarakan terlebih dahulu dan tak harus membawa hal ini ke ranah kepolisian.

    Bahkan lurah itu mengusir warganya karena tak mau mencabut laporan itu di Polres.

    Tentu saja kasus ini jadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa perlu dilakukan komunikasi yang intens terkait dengan penyimpangan yang mungkin terjadi di sekolah.(Red)