Inilah 100 Orang Berpotensi Se-Jawa dan Bali Terima Award Pasopati Nusantara

    0
    398
    Foto bersama 100 orang penerima Award Pasopati Nusantara yang diselenggarakan oleh Yayasan Pasopati Cakra Nusantara di Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. [Foto: Atik/Cakrayudha-hankam.com]

    SURABAYA, (Cakrayudha-hankam.com) –  Yayasan Pasopati Cakra Nusantara menggelar Award Pasopati Nusantara, bertempat di Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Jalan Wisata Menanggal, Dukuh Menanggal, Kota Surabaya, pada Sabtu (20/7/2024) pukul 08:00 hingga 13:00 WIB.

    Award Pasopati Nusantara ini memberi penganugerahan kepada 100 orang nominator berpotensi se-Jawa dan  Bali. Sebanyak 100 orang menjadi nominator Award Pasopati Nusantara ini, masing-masing terdiri dari para spiritual, supranatural, terapis alternatif  tradisional, dan penggiat budaya.

    Sebelum acara Award Pasopati Nusantara digelar di atas panggung, para penerima penghargaan tersebut memberikan santunan kepada 25 anak yatim-piatu. Santunan untuk anak yatim/piatu ini, bertepatan dengan Hari Yatim Piatu pada 10 Muharram 1446 Hijriah.

    Pada kegiatan tersebut, panitia Award Pasopati Nusantara juga mengundang 500 orang yang terdiri dari komunitas penggiat budaya, para spiritual, pengurus padepokan, tokoh budaya,tokoh lintas agama, dan pengurus lembaga sosial budaya.

    Ke-500 orang yang hadir dalam acara Award Pasopati Nusantara, diantaranya dari Komunitas Indigo dan Telepati Surabaya (KITS) Jawa Timur, Yayasan Cakra Yudha Hankam, Paguyuban Roso Sejati, Padepokan Gunung Pegat,      Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Jawa Timur, Paguyuban Ngajeni Sedulur, Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), dan Komunitas Terapis Nusantara (Tenar) Jawa Timur.

    Tak hanya itu. Para nominator penerima anugerah Award Pasopati Nusantara juga  mendapatkan Buku “100 Praktisi Berpotensi Se-Jawa-Bali”.  Buku ini dibagikan kepada seluruh penerima anugerah Award Pasopati Nusantara.

    Dalam rangkaian kegiatan Award Pasopati Nusantara ini, para nominator penerima anugerah Award Pasopati Nusantara juga diajak ke lokasi Wisata Religi di Jawa Timur. Salah satunya di Candi Brahu terletak di Dusun Muteran, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

    Ke-100 orang penerima Award Pasopati Nusantara:

    Penggiat Budaya:

    1. Ki Djati Kusumo (Malang).
    2. Ki Sunarto Timur (Blitar).
    3. Tomas (Banyuwangi)
    4. Bambang (Malang).
    5. Abah Usman (Sidoarjo).
    6. Master Abi (Surabaya).
    7. Gus Ghitut (Mojokerto).
    8. Bunda Sri Resmi (Surabaya).
    9. Pak Harry Wahyu Widodo (Ngawi).
    10. Edy Setyono (Surabaya).
    11. Gus Tomy (Semarang).
    12. Bunda Heru (Pasuruan).
    13. Pak Agung Prakoso (Pasuruan).
    14. Sutiawan (Sidoarjo).
    15. Ki Joko Balung (Jawa Tengah).
    16. Bunda Diana (Surabaya).
    17. Ratu Gajah Oyo (Jakarta).
    18. Putri Riana Sekar Arum (Jakarta).
    19. Ki Sakti (Surabaya).
    20. Pak H. Moh. Riduwan (Pasuruan).
    21. Mpu Zainal Fanani (Malang).
    22. Grace Pramutadi (Bekasi).
    23. Diana Nyimas Sekar Pinuji (Bogor).
    24. Ki Pendopo Limo (Malang).
    25. Jumadi banyu Segara (Jakarta).
    26. Cuk Haryoko (Tuban).
    27. Bunda Ridah (Tulungagung).
    28. Mas Arif (Malang).
    29. Ki Tohanto (Blitar).
    30. Bunda Any (Sidoarjo).

    Terapis Alternatif Tradisional:

    1. Bunda S. Handayani (Nganjuk).
    2. Abah Mujayin (Gresik).
    3. Dwi Sasongko (Ponorogo).
    4. Pak Hari (Surabaya).
    5. Bunda Latifah (Surabaya).
    6. Tabib Mitro (Surabaya).
    7. Mbah Sunan Paiyo (Jawa Tengah).
    8. Yuwono (Surabaya).
    9. Nurul Huda (Sidoarjo).
    10. Agus Musonif (Surabaya).
    11. Bunda Warsih (Surabaya).
    12. Ki Adem Jiwo (Magetan).
    13. Ki Ipang Maung Bodas (Tangerang).
    14. Madam Dewi Fortuna (Blitar).
    15. Gus Iwan Badrul (Surabaya).
    16. Mbah Pri (Sidoarjo).
    17. Romo Tjipto (Bali).
    18. Master Juna (Gresik).
    19. Bunda Lawu (Malang).
    20. Kholili Ibrahim (Pasuruan).
    21. Pak Kennedy (Blitar).
    22. Lia Sunami Dewi (Jawa Tengah).
    23. Imam Syafi’i (Sidoarjo).
    24. Sugiyono (Surabaya).
    25. Loedvi Ki Sangkur Alam (Malang).
    26. Fawzi (Blitar).

    Supranatural:

    1. KPAS Mpu Bagus Selo Aji (Surabaya).
    2. Nyai Ndaru Kartika (Salatiga).
    3. Nyai Siti Zaenab (Gresik).
    4. Nyai Diajeng (Surabaya).
    5. Gus Bagus (Surabaya).
    6. Angwyn (Pasuruan).
    7. Nonot Budi S. (Madiun).
    8. Bagus Prasetyo Cakra (Jember).
    9. Sujati Roso (Jakarta).
    10. Bintang Sableng (Sidoarjo).
    11. Arijanto M. Mar (Salatiga).
    12. Bambang Irianto S. (Surabaya).
    13. Nyimas Bunda Retno (Pasuruan).
    14. Edi Prayogo (Blitar).
    15. Pak Dodik AL (Surabaya).
    16. Ki Ilham Aji Nugroho (Jawa Tengah).
    17. Faisol (Lumajang).
    18. Chaerudin (Jawa Tengah).

    Spiritual/Pendoa:

    1. Romo Dukun Sukarji (Probolinggo).
    2. Ida Shri Bhagawan Parameswara Satwika (Bali).
    3. Jro Mangku Putu Sutame (Pasuruan).
    4. Bunda Ngatinah (Surabaya).
    5. Bunda Susi (Malang).
    6. Jro Mangku I Ketut Sadana (Surabaya).
    7. Nyimas Dewi Nawang Sari (Malang).
    8. Gus Habib (Sidoarjo).
    9. Nyai Shinta Mahaeswari (Jawa Tengah).
    10. Gus Dhani (Surabaya).
    11. Mustofa Rauf (Bau-bau – Sulawesi).
    12. Romo Lokmin/Mbah Nongko (Blitar).
    13. Taukhid (Bogor).
    14. Ni Wayan Mudiasni (Bali).
    15. Tri Wahyu Satriyo (Malang).
    16. Hendro Santoso (Cilacap).
    17. Lubis (Riau).
    18. Mbah Guru Arik Bharada (Kediri).
    19. Agus Wiyono Mukti (Surabaya).
    20. Achsani Mutiara Ratih.
    21. Master Uce (Jember).
    22. Sonya Veriana Mulder (Pasuruan).
    23. Kyai HM Syamsudin Bahri (Mojokerto).

    Ditemui awak media usai acara, Ketua Panitia Award Pasopati Nusantara Ki Bagus Mpu Batu berharap, siapapun berhak untuk memberikan apresiasi terhadap budaya. Jangan sampai budaya hanya dijadikan branding saja, tapi fakta di lapangan tidak seperti itu.

    “Harapan kami, suara kami dari penggiat budaya supaya didengar oleh pemerintah dari bawah sampai atas. Dan kami minta rekan-rekan penggiat budaya jangan takut tergerus, kita harus tetap bersemangat untuk selalu melestarikan budaya. Adanya wadah Pasopati Nusantara ini, bisa menjadi penggandeng atau jembatan dalam melestarikan budaya Nusantara,” papar Ki Bagus.

    Menurut Ki Bagus, penghargaan Award Pasopati Nusantara bisa menjadi tolak ukur kebersamaan, kebhinekaan dalam menjaga budaya, serta melestarikan nilai-nilai adi luhung bangsa, sehingga menjadi negara yang budi pekerti.

    “Menjaga negara, kita harus menjadi seorang tentara.  Menjaga negara, kita tidak harus menjadi TNI-Polri,  menjaga negara adalah menjadi diri kita untuk menjaga budaya. Inilah peran kita sebagai masyarakat maupun seorang warga negara,” tutur Ki Bagus Mpu Batu, yang juga pendiri Komunitas Indigo dan Telepati Surabaya (KITS) Jawa Timur ini. (atik)