Bengkulu,(Cakrayudha-hankam.com) – Tewasnya seorang ibu dan bayi berusia 5 bulan di Desa Talang Tige Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu masih menjadi misteri.
Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan tubuh penuh luka.
Bahkan, bayi 5 bulan ditemukan dalam kondisi tubuh yang sudah terbelah.
Kedua jenazah saat ini telah dibawa ke RSUD Kepahiang untuk divisum dan autopsi.
Berbagai dugaan penyebab tewasnya ibu dan anak itu bermunculan, mulai dari pembunuhan, akhiri hidup hingga terbaru yakni perampokan.
Hal itu muncul setelah adanya informasi bahwa korban dan suaminya sempat menjual kopi dua hari sebelum kejadian.
Ditambah adanya pengakuan bahwa uang senilai Rp 13 juta yang ada dirumah tersebut menghilang.
Dugaan perampokan itu juga menguat setelah kondisi didalam rumah yang tampak acak-acakan.
Namun ada kejanggalan jika memang kasus tersebut merupakan perampokan yakni dengan kondisi kedua korban yang sangat tragis.
Terutama pada kondisi bayi malang bernama Jibril yang masih berusia 5 bulan.
“Iya informasinya baru jual kopi, dua hari sebelum kejadian, mereka itu orangnya baik,” sampai salah satu sumber yang dihimpun dan seperti dilansir media ini.
Sementara itu, juga ada dugaan lain yakni sang ibu yang diduga memiliki depresi terkuak saat sang suami yakni Andi memberikan keterangan di Mapolres Kepahiang.
Suami korban dan ayah dari bayi malang itu tampak menjadi saksi dan memberikan sejumlah keterangan di ruang Sat Reskrim Polres Kepahiang hingga larut malam.
“Dulu pernah mau d ruqyah,” ucap Andi saat dihadapan penyidik.
Dimana diduga sang ibulah yang tega membunuh anaknya sendiri dengan sadis kemudian berniat bunuh diri.
Selain itu, sejumlah kejanggalan seperti korban Lia yang darahnya berceceran hingga diduga akhirnya mati lemas kehabisan darah.
Korban bahkan sempat menaiki pohon setinggi 4 meter lebih sebelum tewas.
Luka-luka ditubuh korban juga bukan hanya berasal dari sajam jenis parang yang ditemukan sebagai barang bukti.
Semasa hidupnya, korban Lia ini memiliki dua orang anak salah satu anaknya yang berusia 10 tahun kebetulan sedang pergi bersama suaminya.
Sedangkan yang berada dirumah hanyalah korban Lia dan korban Jibril.
Suami korban sendiri diketahui merupakan perangkat Desa Talang Tige.
Sederet Kejanggalan Kematian Ibu dan Anak
Kasus tewasnya ibu dan anak di Desa Talang Tige Kecamatan Muara Kemumu masih misteri.
Apakah ibu dan anak itu korban pembunuhan ataukah kemungkinan lainnya.
Dimana dari hasil autopsi dan cek TKP, sejumlah kejanggalan ditemukan sehingga kasus ini masih menjadi misteri.
Dari data terhimpun, banyak ditemukan ceceran darah di sekitar lokasi yang diduga semuanya dari sang ibu yakni Lia Anggraini (36).
Korban Lia mengalami sejumlah luka ditubuhnya mulai dari putusnya urat nadi, luka diperut, luka ditangan dan luka di kaki kiri. Luka-luka itu disebabkan oleh senjata tajam (sajam).
Diduga korban Lia meninggal dunia akibat lemas karena kehabisan darah. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah kaku.
Bahkan ada telur talat disejumlah bagian tubuhnya. Diperkirakan korban ini telah lama tewas dengan perkiraan lebih dari empat jam sebelum ditemukan.
Sedangkan untuk anaknya Jibril (5 bulan), meninggal dunia akibat terbelah menjadi dua bagian.
Dari tubuh bayi itu terdapat bekas bacokan sajam jenis parang yang berulang kali hingga akhirnya terputus.
Hal ini terlihat dari adanya lebam yang ada ditubuh bayi malang itu sehingga dapat disimpulkan bayi itu berulang kali dibacok hingga tewas dengan kondisi mengenaskan.
Adapun kejanggalan lainnya adalah, darah milik korban Lia yang berceceran.
Bahkan korban Lia ini sempat berupaya menaiki pohon setinggi 4 meter lebih dibelakang rumahnya.
Belum diketahui tujuannya memanjat pohon tersebut.
Namun korban terlihat berusaha memanjat pohon itu sebelum akhirnya kembali turun.
Dari pohon tersebut banyak ceceran darah korban yang ditemukan.
Untuk barang bukti yang didapat di lokasi kejadian hanya sajam jenis parang.
Sedangkan untuk pisau masih akan dipastikan terlebih dahulu.
Tentu saja peristiwa ini masih menjadi misteri dan berbagai opini liar bermunculan.
Ditambah berdasarkan informasi adanya barang yang hilang dari rumah korban yakni uang tunai sebesar Rp 13 juta lebih.
Polisi Masih Selidiki Kasus
Penyebab kematian ibu dan bayi di Desa Talang Tige Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu masih menjadi tanda tanya.
Hal ini karena ibu dan anaknya itu ditemukan tewas dalam kondisi tragis dan mengenaskan.
Saat ini jenazah Lia Anggraini (36) dan anaknya Jibril (5 bulan) telah dibawa ke RSUD Kepahiang untuk divisum dan autopsi.
Berbagai dugaan beredar di masyarakat. Mulai dari pembunuhan, perampokan hingga sang ibu yang melakukan pembunuhan kepada anaknya kemudian bunuh diri.
Kematian sang ibu yakni Lia yang diduga bunuh diri itu juga janggal karena terdapat berbagai luka di sekujur tubuhnya.
Mulai dari luka di kaki kiri, tangan kanan, tangan kiri dan perut. Sedangkan untuk anaknya, luka parah hingga bagian tubuhnya terpisah menjadi dua.
Berdasarkan kondisi luka, diperkirakan luka-luka pada kedua korban akibat senjata tajam jenis pisau.
Dari pemeriksaan kepolisian di rumah tersebut ditemukan bercak darah di berbagai tempat.
Kronologi Kejadian
Kronologi Lia Anggraini (36) dan anaknya Jibril (5 bulan) ditemukan tewas secara tragis dan mengenaskan.
Saat ini jenazah kedua korban telah dibawa ke RSUD Kepahiang untuk divisum dan otopsi.
Dari keterangan suami yang pertama kali menemukan istri dan anaknya tewas mengenaskan, bermula saat sang suami yakni Andi dari pulang dari pasar membeli bakso, Kamis (11/7/2024) sekira pukul 14.00 WIB.
Suaminya melihat rumahnya terkunci dari dalam. Selanjutnya saksi melihat dari balik jendela bahwa anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan berlumuran darah.
Saksi yang melihat itu kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang langsung mendobrak pintu samping rumah dan menemukan kedua korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Atas kejadian tersebut pihak desa melaporkan kepada Polsek Bermani Ilir. Saat ini korban telah dibawa ke rumah sakit umum kepahiang untuk dilakukan otopsi
Kapolsek Bermani Ilir Iptu H Risda Pratama, SH, MH membenarkan adanya laporan kejadian itu. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk kasus tersebut.
“Masih dalam penyelidikan,” jelas kapolsek.
Ketika ditanya apakah sang ibu yang membunuh balita tersebut kemudian bunuh diri ataukah kasus ini adalah pembunuhan dilakukan pelaku lain? kapolsek belum mau menjawabnya.
Jenazah kedua korban sudah dibawa ke RSUD Kepahiang untuk dilakukan visum dan autopsi. Di mana saat ini prosesnya masih berlangsung.
“Betul akan diautopsi,” kata kapolsek.
Sementara itu Plh Kanit Pidum Satreskrim Polres Kepahiang Ipda Fredo Ramous mengatakan pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan hal-hal lainnya di lokasi kejadian.
Pihaknya masih mencari petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
“Masih di lokasi, masih mencari petunjuk-petunjuk,” ujar kanit mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)

