Sempat Setubuhi Mayat Korban hingga Teriak Pura-pura Kaget

    0
    128

    Suami Bunuh Istri yang Hamil 8 Bulan

     

    Sumatera Barat,(Cakrayudha-hankam.com) – Seorang suami berinisial R, tega membunuh istrinya, SPR, yang sedang hamil 8 bulan.

    Tak hanya itu, pelaku bahkan masih tega menyetubuhi jasad korban.

    Peristiwa pembunuhan ini terjadi di sebuah kontrakan di Aro IV Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat, Selasa 9 Juli 2024, sekitar pukul 02.00 WIB.

    Setelah melakukan perbuatan kejinya, pelaku lanjut tidur di samping mayat korban, hingga teriak pura-pura kaget saat bangun di pagi hari.

    Peristiwa pembunuhan terjadi akibat keduanya alami cekcok dalam urusan rumah tangga.

    “Pelaku dan korban sempat bertengkar hebat yang akhirnya membuat pelaku mencekek dan memukul korban hingga jatuh,” ujar Kasatreskrim Polres Solok Kota, Iptu Nanang Saputra, Jumat (12/7/2024).
    Nanang menyebut, karena takut istrinya berteriak, pelaku membekap muka korban dengan bantal.

    “Korban dibekap selama empat menit sampai sang istri tidak bergerak,” jelas Nanang.

    Mengetahui korban sudah tidak bernyawa lagi, pelaku masih sempat menyetubuhi istrinya yang sudah terbujur kaku.

    “Korban sempat disetubuhi dan pelaku tidur di samping korban yang sudah tidak bernyawa,” pungkas Nanang.

    Kepada TribunPadang.com, Nanang Saputra menyebut bahwa pelaku tidak mau mengakui perbuatannya saat diamankan.

    “Pelaku mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kenapa istrinya meninggal dunia,” katanya, Jumat (12/7/2024).

    Pihak kepolisian memperlihatkan rekaman luka dan lebam di badan korban saat dimandikan baru pelaku mengakui perbuatannya.

    “Pelaku akhirnya bahwa dirinya yang telah membunuh korban,” ujar Nanang.

    Pelaku juga sempat berpura-pura berteriak di kontrakannya saat pagi hari melihat istrinya sudah tidak bergerak lagi.

    “Korban dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia serta jenazahnya dibawa langsung ke Padang,” pungkasnya pada awak media mengakhiri perbincangan.(Red)