Batam,(Cakrayudha-hankam.com) – Kisah nyata pembunuhan terjadi di Kecamatan Sagulung, Kota Batam.
Seorang pegawai Kios Sayuran Blok E No 11 Pasar Sagulung, Kota Batam, JH, tega menghabisi nyawa sang kasir, Nelwina Tanjung alias Wina (22).
Dia menghabisi nyawa Wina untuk menyalurkan hasrat seksualnya.
Peristiwa itu terjadi saat korban sedang tidur di lantai tiga kios tersebut pada Kamis (4/7/2024) malam.
Jenazah korban ditemukan terbungkus plastik dan disembunyikan di bawah kasur, Sabtu (6/7/2024).
Bagaimana fakta-fakta pembunuhan Wina yang sesungguhnya?
1. Tinggal di Mes Karyawan di Lantai 3
Seperti dilansir media ini, kios sayur di Blok E. No 11 Pasar Sagulung, Kota Batam memiliki banyak karyawan.
Sang pemilik kios tersebut kemudian memberikan tempat menginap karyawannya di lantai tiga ruko tersebut.
Hal itu ditujukan untuk memudahkan karyawannya bekerja.
Ada sekitar 10 karyawan. Salah satunya adalah Nelwina Tanjung alias Wina (22).
Sosok Wina yang humoris membuat suasana di mes tersebut berwarna.
“Wina teman yang baik. Kami udah dekat, biasanya juga main kerumah. Dia anaknya baik, ramah, supel juga, suka bantuin orang,” kata Awa.
“Mes itu ditingglai karyawan wanita dan laki-laki. Selama ini baik-baik saja, sampai kejadian ini,” tambahnya.
2. Sang Kasir dan Sopir Tak Terlihat Sejak Jumat
Pada Jumat (5/7/2024) sang kasir, Wina tak terlihat bekerja. Begitu pun sang sopir ZB.
Awa mengatakan, rekan kerjanya turut mencari keberadaan Wina, namun tak ketemu.
Saat menghubungi teleponnya juga tak diangkat. Pencarian Wina dilanjutkan hingga Sabtu (6/7/2024).
“Wina terakhir terlihat Kamis. Saya masih ketemu di kios. Hari Jumat Wina gak kelihatan. Kita sudah cari-cari,” tuturnya.
Lantaran tak ada kabar berita, pencarian Wina dilanjutkan ke mes karyawan.
Desi Tarihoran naik ke lantai tiga kamar pria untuk memanggil karyawan lain bernama Maris Muda Husein Harahap.
Sampai di kamar Maris Muda Husein Harahap, ia mencium bau tidak sedap.
Desi kemudian menanyakan kepada Maris asal bau tak sedap tersebut.
Curiga dengan bau yang tidak sedap tersebut, Desi mencari sumber bau dan melihat ke bawah tempat tidur.
Saat melihat ke bawah tempat tidur, saksi melihat ada rambut dan bungkus plastik.
Ketika dilihat ternyata jenazah Wina. Mereka kemudian menghubungi pemilik kios dan pemilik kios melaporkan hal itu ke Polsek Sagulung.
3. Detik-detik Pembunuhan Sang Kasir yang Pakai Daster Tanpa Dalaman
Kamis (4/7/2024) malam usai bekerja sang kasir kemudian naik ke lantai tiga untuk istirahat.
Setelah sampai di kamar, Wina kemudian memutuskan untuk mandi, agar tidurnya enak.
Usai mandi, Wina kemudian memakai daster namun tanpa dalaman.
Setelah itu, dia kemudian tidur di atas kasur.
Rupanya pelaku, ZB, masuk ke dalam kamar korban.
Melihat Wina memakai daster tanpa dalaman, syahwat seksual ZB tak terbendung.
ZB kemudian menggerayangi Wina. Dia meraba-raba paha korban hingga ke arah kemaluannya.
Kemudian mengangkat dasternya.
Wina yang tengah tertidur tersadar. Ia merasa ada yang memegang-megang tubuhnya.
Wina pun bangun dan kaget melihat ZB melakukan pelecehan seksual itu.
Wina pun spontan berteriak. ZB panik dan tak ingin ada oranglain tahu. Lalu, dia memukul Wina dan mencekiknya.
Lantaran cekikkan yang begitu keras membuat Wina kehabisan nafas dan tak sadarkan diri.
Di atas kasur Wina sudah terbujur kaku.
Takut terdengar dengan orang lain, akhirnya pelaku memukul korban dan mencekik korban.
JH membunuh Wina dengan cara mencekik hingga Wina tidak bisa bernapas dan tidak sadarkan diri.
Akhirnya ZB mengangkat korban ke kamarnya.
Memperkosa Mayat Wina.
Usai menggendong Wina ke kamarnya, ZB tak kuasa menahan nafsu birahinya.
Pelaku akhirnya melakukan pemerkosaan kepada mayat korban yang tidak berdaya ini.
Puas dengan aksi bejatnya tersebut, kemudian membungkus kepala korban dengan menggunakan plastik dan menumpuknya dengan kasur.
Merasa aman dengan cara menyembunyikan mayat Wina, korban kemudian keluar dari kamar dan melarikan diri ke kampung halamannya di kawasan Sumatera Utara.
Kepada penyididik, korban mengatakan merasa kesal kepada pelaku.
Menurutnya pelaku selama ini sudah menghancurkan hidupnya.
Pelaku sudah tak menjadi orang kepercayaan korban
Namun polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Maka dari itu, polisi masih menunggu pelaku dan anggota Polisi datang ke Batam.
“Kita sudah amankan tersangka, tapi belum bisa diberangkatkan kesini. Tadi saya cari pesawat, gak ada. Semuanya Full. jadi anggota dan pelaku akan tiba di Batam Jumat Sore,” kataKasat Reskrim Polresta Barelang AKP Giadi Nugraha, Rabu (10/7/2024).
“Soal motif bahwa pelaku sakit hati, masih kita dalami,” tegasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)

