Prajurit Batalion Ke-7 RS Hilang 19 Hari, Panglima Tentera Darat Tak Nafi Ada Elemen Mistik

    0
    161
    Prebet Muhammad Syafiq Hilmi Abdul Halim (foto kiri), yang dilaporkan hilang di hutan sejak 19 hari lalu, akhirnya ditemui dalam keadaan selamat. [Foto: beritaperak.com]

    SARAWAK, (Cakrayudha-hankam.com) – Kabar heboh pada ujung pekan lalu, Prebet Muhammad Syafiq Hilmi Abdul Halim, yang dilaporkan hilang di hutan sejak 19 hari lalu, akhirnya ditemui dalam keadaan selamat.

    Prebet Muhammad Syafiq adalah anggota Batalion Ke-7 Rejimen Sempadan (RS), Malaysia, itu ditemui selamat pada Sabtu (6/7/2024) pukul 11.29 pagi, oleh pasukan mencari dan menyelamat (SAR) selepas dilaporkan hilang pada 18 Juni 2024 lalu.

    Ditemukannya Prebet Muhammad Syafiq dalam keadaan selamat, banyak yang bersyukur, termasuk pihak keluarganya.

    Ironisnya, penemuan Muhammad Syafiq dalam keadaan selamat, ada segelintir pihak yang mengaitkan kehilangan prebet itu dengan elemen mistik.

    Panglima Tentera Darat (PTD) Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan dalam satu sidang media berkata, pihaknya tidak menafikan berlakunya kejadian mistik namun sukar untuk membuktikannya.

    “Kita tak boleh nafikan tidak kira berapa maju kita dalam sains dan teknologi elemen itu tetap ada, tapi adalah sukar untuk kita membuktikannya,” tutur Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan.

    “Sebab itulah dalam usaha kita membuat pencarian ini, kita menggunakan cara konvensional dengan teknologi yang ada dan sebagainya. Dan kita usaha juga menggunakan cara-cara tradisional, dengan minta bantuan ustad-ustad serta pada masa sama melibatkan penduduk setempat yang mungkin lebih arif dan faham dengan keadaan di situ,” tambahnya.

    Menerusi laporan Kosmo!, prebet Muhammad Syafiq cuma mengatakan dirinya hilang selama dua hari saja. Sedangkan pasukan SAR mengambil masa yang begitu panjang untuk menemuinya.

    Muhammad Syafiq ditemukan dalam keadaan selamat serta lengkap bersama peralatan dan senjatanya. Namun kondisi tubuhnya tampak lemah akibat kelaparan dan dehidrasi pada Sabtu, selepas 17 hari operasi mencari dan menyelamat dilancarkan.

    Saat ini, keadaan kesehatan fisik, mental, dan spiritual Muhammad Syafiq masih dipantau. Pemantauan kesehatan  Muhammad Syafiq berjalan beberapa hari lagi, sebelum dia diberi cuti pulang ke kampung halamannya di Baling, Kedah. (**)

     

    Sumber: beritaperak.com