Viral! Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan Saat Bimbingan Skripsi

    0
    152

    Langsung Dialihkan ke Dosen Lain

     

    Surakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Mahasiswi yang menjalani Bimbingan Skripsi diduga malah menjadi korban pelecehan seksual.

    Atas kejadian ini pihak Kampus langsung bertindak mengalihkan mahasiswi tersebut ke dosen lain.

    Kejadian ini menimpa mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

    Dosen yang sebelumnya mengampu mahasiswi itu saat ini telah diberikan sanksi sementara tidak boleh membimbing dan menguji skripsi, tesis maupun disertasi.

    Wakil Rektor IV UMS, EM Sutrisna mengatakan, sanksi sementara yang dijatuhkan itu karena dosen itu telah melanggar aturan melakukan bimbingan skripsi di luar kampus dan dalam proses pemeriksaan.

    “Mahasiswa tidak perlu takut karena bimbingan dialihkan ke dosen yang lain. Dan tidak diuji oleh dosen itu. Jadi, mahasiswa tidak perlu takut kalau dalam posisi dia benar,” kata EM Sutrisna, di Gedung Rektorat UMS, pada Selasa (9/7/2024).
    Pemeriksaan terkait dugaan pelecehan masih dilakukan oleh Komite Disiplin.

    Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap dosen yang diduga melakukan pelecehan.

    Tetapi mahasiswi diduga korban pelecehan termasuk orang yang mengetahui terkait dugaan tindak pelecehan juga tidak luput dari pemeriksaan.

    “Nanti di Komite Disiplin akan ditentukan prosesnya yang mengadu akan dipanggil, yang diadukan juga akan dipanggil. Terus semua orang yang diperkirakan tahu dan terlibat akan dimintai keterangan. Tapi dalam waktu yang terpisah,” ungkap dia.

    Gubernur Mahasiswa BEM FKIP UMS Andika Eldyansyah menambahkan, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan fakultas dan prodi untuk menyampaikan tuntutan korban.

    Korban merupakan mahasiswi program studi (Prodi) Pendidikan Akuntansi FKIP.

    “Tuntutan sementara dari korban ada tiga. Pertama tidak ada kenaikan jabatan, kedua mengenai jam mata kuliah yang dipersingkat satu kali dalam satu minggu. Ketiga dosen ini tidak diberi wewenang untuk membimbing,” ungkap dia.

    Andika mengatakan, kondisi korban masih trauma pascakejadian yang dia alami.

    “Terakhir saya ketemu korban masih trauma. Bahkan ketika kami ketemu kadang (korban) masih nge-freeze (belum stabil),” tegasnya menagkhiri perbincangn bersama awak media.(Red)