Purworejo,(Cakrayudha-hankam.com) – Inilah sosok Ester Oktavia biduan yang ditendang gegara tolak ciuman kepala sekolah di Purworejo.
Sosok penyanyi dangdut bernama Ester Oktavia menjadi sorotan setelah ditendang kepala sekolah SD di Purworejo.
Sosok Ester Oktavia sebelumnya mengalami pelecehan oleh oknum kepsek berinisial S.
Hal itu karena Ester menolak ciuman kepsek berinisial S tersebut.
Ester ditendang oleh S, kepala sekolah salah satu SD di Grabag, Purworejo karena menolak dicium.
Diketahui Ester ditendang dari atas panggung hingga terjatuh.
Bahkan Ester dikabarkan sempat pingsan setelah ditendang oleh oknum kepsek tersebut.
Ester sendiri merupakan sosok penyanyi dangdut yang cukup terkenal di Purworejo.
Seperti dilansir media ini dari akun Instagram pribadinya @ester_oktaviaa, Ester pernag mengikuti kontes musik dangdut Primadona Pantura yang diadakan oleh stasiun TV swasta nasional.
Bahkan Ester berhasil menempati posisi 5 terbaik.
Saat mengikuti ajang tersebut, Ester memakai nama panggung Via Primadona Pantura.
Pedangdut cantik ini juga memiliki sudah memiliki putri cantik yang duduk di bangku TK.
Akun Instagram Ester kini sudah memiliki 98 ribu pengikut.
Selain aktif di Instagram, Ester juga kerap mengunggah video di akun Tiktoknya @esteroctaviani1.
Sebelum ditendang, Ester ternyata sempat mendapat pelecehan dari oknum kepsek sebanyak 2 kali.
Awalnya pelaku mencium Ester dan teman Ester.
Keduanya marah lalu menyuruh pelaku turun.
Namun pelaku kembali naik dan mencium Ester lagi.
Sampai akhirnya ia emosi dan memukul pelaku.
Pelaku S yang emosi naik lagi ke panggung lalu menendang Ester sampai pingsan.
S pun mengaku pasrah mendapatkan sangsi dari Dinas Purworejo Kabupaten Purworejo.
Sementara itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo sudah memanggil Depala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk klarifikasi soal kasus yang mencoreng dunia pendidikan itu seperti dilansir media ini pada Senin, (08/07/24).
“Terkait oknum kepala sekolah yang viral di media sosial maupun di media online terkait dengan kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan, kemarin kita bahas dengan Dindikbud dan DPPPAPMD, utamanya UPT PPA, langkah- langkah yang ditempuh adalah dinas segera melakukan klarifikasi, memanggil yang bersangkutan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kab Purworejo, Muhammas Abdullah.
DPRD juga meminta pelaku dikenakan sangsi.
“Harapannya yang bersangkutan tentu diberikan sanksi yang memberikan efek jera, karena yang dilakukan ini sungguh sangat diluar kepantasan sebagai seorang pendidik,” kata Muhamad Abdullah
DETIK-DETIK Kepsek SD Purworejo Tendang Perut Biduan Gegara Ciumannya Ditolak
Sebelumnya diberitakan detik-detik kepala sekolah SD Purworejo tendang perut biduan gegara ciumannya ditolak.
Detik-detik Kepsek SD di Purworejo tendang seorang biduan di atas panggung viral di media sosial.
Biduan dangdur organ tunggal Purworejo itu ditendang di bagian penonton hingga jatuh dari atas panggung.
Video biduan dangdut itu ditendang oleh Kepsek SD pun viral di media sosial.
Dimana ternyata pelaku penendangan biduan itu adalah oknum kepala sekolah (SD) yang sedang mabuk.
Dalam video yang beredar luas, awalnya korban sedang menyanyi di atas panggung kecil.
Beberapa pria tampak berjoget di depan panggung.
Tiba-tiba seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk naik ke atas panggung dan berusaha mencium pipi biduan.
Biduan tersebut pun berusaha menepis dengan cara memukul kepala pelaku menggunakan mic.
Pelaku sempat turun karena merasa terdorong.
Tiba-tiba pelaku naik lagi dan menendang perut korban.
Korban oleng hingga jatuh dari panggung.
Musik pun langsung berhenti.
“Detik detik bintang pantura ambruk kena tendangan maut,” tulis keterangan dalam video seperti dikutip media ini, Kamis (4/7/2024).
Biduan itu sendiri berinsial EO dan merupakan mantan penyanyi kontes Primadona Pantura.
Insiden itu sendiri terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Senin (1/7/2024).
“Saya lagi nyanyi, tersangka itu naik terus nyium saya sama teman saya, saya marah, dia turun panggung,” kata EO.
Dari pengakuan EO, tersangka adalah oknum Kepala SD di Kecamatan Grabag.
Kalau tersangkanya dengar-dengar adalah salah satu kepala sekolah di (Kecamatan) Grabag,” kata dia.
Dilansir dari Kompas.com, kasus ini pun sampai ke Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi Setiabudi.
Menurutnya, oknum seperti itu harus diberi sanksi tegas.
“Bahwa salah satu oknum kepala sekolah di Kabupaten Purworejo terlibat dalam insiden tindak kekerasan dan pelecehan,
saya kira harus dirindan tegas, kalau ranag pidana kita serahkan ke pihak kepolisian.
Tapi secara administrasi bahwa yang bersangkutan adalah kepala sekolah, saya kira harus ada langkah tegas dari dinas pendidikan,” kata Dion pada Rabu (3/7/2023).
Sementara itu, kasus ini pun sudah diselesaikan secara damai.
Kapolsek Grabag AKP Dyah Ayu Ida Nursanti mengatakan jika keduanya sudah dipertemukan untuk mediasi.
“Pihak pelaku dengan didampingi kepala Desa Roworejo meminta maaf secara terbuka kepada pihak korban atas perbuatan yang sudah dilakukannya dan pihak korban bersedia memaafkannya,” kata AKP Dyah Ayu Ida Nursanti.(Red)

