Remaja Tewas di Ruang Tamu, Sempat Diselimuti Adik karena Disangka Tidur

    0
    68

    Malang,(Cakrayudha-hankam.com) – Seorang remaja di Malang, Jatim, ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya di Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Jumat (5/7/2024).

    Dari penyelidikan sementara, polisi temukan luka lebam di bagian mata dan bibirnya seperti dilansir media ini pada Senin, (08/07/24).

    Namun untuk penyebab pasti kematian S (19), polisi masih menunggu hasil otopsi. Selain itu, polisi juga mendapat informasi ponsel korban raib.

    “Kami masih menunggu hasil autopsi untuk melihat penyebab lukanya tersebut. Tim forensik juga akan mengambil sampel lambung korban,” tandasnya,” kata Kasat Resktim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat.

    Diselimuti sang adik
    Jasad S awalnya ditemukan oleh adik korban yang masih duduk di bangku SD.

    Adik korban tak mengetahui kakaknya itu sudah meninggal itu bahkan sempat tidur bersama di samping jasad korban.

    “Pukul 05.30 WIB, anak kedua ibu korban yang masih kelas 2 atau 3 SD ini memegang masnya (kakaknya),” kata Gandha.

    “Terus bilang ke ibunya, “mas kok dingin, tak selimuti ya’. Lalu mereka berdua ini tidur bareng,” tambahnya.

    Diduga tertidur
    Sang ibu, Atin, menjelaskan, saat melihat putranya terbaring di ruang tamu sempat mengira korban tertidur.

    Namun tak disangka saat menjelang sore, ibu korban mendekat dan memegang tubuh korban sudah dingin. Korban lalu berteriak histeris.

    “Ibunya mengira korban tidur setelah dua hari tidak pulang. Karena kebetulan ibunya mengalami gangguang penglihatan,” ujar perangkat Desa Urek-urek, Sulaiman Arif saat ditemui, Jumat.

    “Seketika itu, ibu korban teriak, hingga membuat tetangganya berdatangan. Berdasarkan keterangan keluarganya, ponsel korban hilang,” tambah dia.

    Suara langkah kaki
    Aparat kepolisian yang menerima informasi itu segera ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Jasad korban pun segera jalani otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian S yang merupakan siswa kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Malang.

    Menurut keterangan yang diterima polisi dari Atin, terdengar suara kaki masuk ke dalam rumahnya.

    Namun saat itu Atin mengira yang membuka pintu adalah anaknya yang sudah dua hari tak pulang.

    “Namun belum bisa dipastikan, apakah suara kaki itu merupakan kaki korban, atau suara kaki orang yang mengantarkan korban,” papar Gandha.(Red)