Sempurna Sempat Curhat ke Bosnya soal Berita Judi yang Diduga Dibekingi Aparat

    0
    109

    Sumatera Utara,(Cakrayudha-hankam.com) – Wartawan Tribrata TV (Tribrata.tv) Sempurna Pasaribu (47 tahun) tewas terbakar bersama keluarganya di rumahnya, Jalan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, Sumut, pada Kamis (27/6). Diduga peristiwa itu terkait berita judi yang dibuat Sempurna.

    Pemimpin Redaksi Tribrata TV, Edrin Adriansyah, mengatakan sebelum insiden itu, Sempurna cerita banyak terkait kasus judi yang tengah diliputnya. Termasuk soal oknum aparat yang membekingi.

    “Dia cerita banyak ke saya soal itu. Makanya saya selalu bilang hati-hati. Artinya, bahwa yang dilawan atau diberitakan kan pasti akan melawan, tapi, ya, karena dia bilang aman-aman, ya, saya oke, karena dia kan tahu situasi di sana,” kta Edrin saat dihubungi, Selasa (2/7).
    “Makanya, saya sudah ingatkan sebelum dia menuliskan berita itu dia cerita ada oknum dan sebagainya,” tambahnya.

    Edrin menerangkan, awalnya Sempurna mendapat keluhan dari seorang pemuda setempat yang berada dekat lokasi perjudian. Pemuda itu mengeluh kepada Sempurna karena tidak dapat ‘jatah’ dari pemilik perjudian tersebut.

    Sempurna menyampaikan hal itu ke pengelola judi tersebut. Namun, tidak ditanggapi dengan serius.

    “Nah, besoknya ternyata pemuda ini ngadu lagi sama dia [Sempurna] ‘Bang, gak ada aku dicuekin lah’ begitulah kalimatnya. Dia ngadu lagi sama si Sempurna. Begitu awalnya. Jadi kemudian ternyata si pemuda ini bilang besoknya lagi ‘Bang aku cuma dikasih seratus ribu. Tega sekali dia sama aku’. Itu pengakuan dia,” tutur Edrin.

    Dari kekesalan itulah, pemuda tersebut meminta Sempurna memberitakan tempat judi itu. Sempurna mengiyakan.

    “Nah, awalnya dari situ. Nah, jadi diberitakan itu. Jadi sumbernya itu sumber berita itu pemuda setempat itu, narasumbernya,” kata Edrin.

    Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
    Penyebab kebakaran yang menewaskan Sempurna dan keluarganya masih diselidiki. Sejauh ini Plh Kapolres Tanah Karo, AKBP Oloan Siahaan mengatakan ada sejumlah fakta yang sudah ditemukan.

    Berikut selengkapnya:
    1. Lokasi api pertama kebakaran (LAPK) di permukaan lantai. Posisinya, dekat dengan dinding di kanan dalam rumah. Titik api ini juga berdekatan dari titik ditemukan keempat jasad.

    2. Di dalam rumah korban yang juga merupakan warung, disimpan bahan bakar bensin, gas elpiji 3 kg, hingga barang dagangan kebutuhan sehari-hari. Keberadaan barang-barang memicu intensitas kebakaran yang tinggi hingga terdengar dentuman saat kebakaran.

    3. Korban, Sempurna Pasaribu diketahui pulang pada Kamis (27/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Lalu, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.(Red)