Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Namanya Marsekal Pertama Abdul Haris.
Dia alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1998.
Haris promosi bintang satu saat berumur 46 tahun.
Pencapaian tersebut menempatkan nama Abdul Haris sebagai jenderal bintang satu termuda TNI AU.
Selain itu, Abdul Haris mencatatkan diri sebagai orang pertama di angkatan alumni AAU 1998 menyandang pangkat Marsekal Pertama.
Selama berdinas di TNI AU, Abdul Haris rupanya memiliki karier cemerlang.
Ia pernah dipercaya bertugas sebagai Ajudan Presiden Jokowi.
Ia meraih pangkat Marsekal Pertama TNI pada Kamis 3 Agustus 2023.
Saat itu ia berumur 46 tahun 7 bulan.
Marsekal Pertama adalah pangkat bintang satu untuk perwira tinggi TNI AU.
Marsekal Pertama setara Brigadir Jenderal di TNI AD.
Abdul Haris pun mencatatkan namanya sebagai alumni Akademi Angkatan Udara 1998 pecah bintang.
Pria kelahiran Jakarta 28 Januari 1977 itu pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Jokowi selama dua, sejak tahun 2019 sampai 2022.
Setelahnya, Abdul Haris menjabat Danlanud Sulaiman Kota Bandung. Ia menggantikan Kolonel Pnb Mokh Muhkson.
Jabatan tersebut diemban Kolonel Abdul Haris selama dua tahun dari tahun 2022 sampai 2023.
Pada Agustus 2023, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memberi tugas baru kepada Abdul Haris.
Jabatan barunya yakni Komandan Kosek IKN Koopsudnas.
Pangkat Abdul Haris pun naik menjadi satu bintang.
Upacara kenaikan pangkat dipimpin Panglima TNI Laksamana Yudo Margono di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/8/2023) lalu.
Adapun 11 Pati TNI AU itu termasuk dari 53 Pati TNI yang mengikuti upacara korps kenaikan pangkat tersebut.
Kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Sprin/1423/VII/2023 tanggal 28 Juli 2023.
Profil Abdul Haris
Lahir: Jakarta 28 Januari 1977 (umur 47)
Pangkat: Marsekal Pertama TNI
Satuan: Korps Penerbang
Almamater: Akademi Angkatan Udara (1998)
Riwayat Pendidikan
1. AAU (1998)
2. Sekbang (2000)
3. Sekkau (2002)
4. Seskoau (2008)
5. Sesko TNI (2021)
Riwayat Jabatan
1. Ajudan Presiden Indonesia (2019-2022)
2. Danlanud Sulaiman (2022–2023)
3. Dankosek IKN Koopsudnas (2023-Sekarang).(Red)

