Malam Anugerah Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya Maharaja Kutai Mulawarman

    0
    169
    Maharaja Kutai Mulawarman Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza., FW., B.Soc., Ph.D., ketika memberikan Sertifikat Kehotmatan berupa Brand Award Diraja kepada personel Yayasan Cakra Yudha Indonesia yang telah menggelar kegiatan Malam Anugerah Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya Maharaja Kutai Mulawarman, bertempat di Graha Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Kamis (20/6/2024). [Foto: Hamzah Satria/Cakrayudha-hankam.com]

    PASURUAN, (Cakrayudha-hankam.com) – Yayasan Cakra Yudha Indonesia menggelar acara Malam Anugerah Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya Maharaja Kutai Mulawarman dan Dialog Budaya Nusantara, bertempat di Graha Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/6/2024) malam.

    Dalam acara Malam Anugerah Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya tersebut, Maharaja Kutai Mulawarman Kutai Mulawarman Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza., FW., B.Soc., Ph.D., memberikan anugerah gelar kehormatan kepada sejumlah pewaris kerajaan di Nusantara, termasuk dari luar negeri.

    Malam itu juga, Maharaja Kutai Mulawarman juga memberikan Penganugerahan Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya kepada sejumlah pegiat dan pelestari Budaya Nusantara di Jawa Timur.

    Selanjutnya, Maharaja Kutai Mulawarman juga memberikan Sertifikat Kehotmatan Diraja kepada personel Yayasan Cakra Yudha Indonesia yang telah menggelar kegiatan tersebut, yakni berupa Brand Award Diraja.

    Selain itu, Maharaha Kutai Mulawarman juga memberikan anugerah pengangkatan anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kerajaan Kutai Mulawarman dan Jaksa Pendamai Internasional Kerajaan Kutai Mulawarman.

    Yang lebih hebat, kegiatan Malam Anugerah Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya Maharaja Kutai Mulawarman dan Dialog Budaya ini, disaksikan sejumlah tamu undangan dari Negara Singapore, Malaysia, China, Thailand, Philipina, Pakistan, Nederland, dan Indonesia.

    Rangkaian acara itu, juga digelar Dialog Budaya Nusantara yang dipandu Ki Bagus Mpu Batu dari Yayasan Pasopati Cakra Nusantara, dengan narasumber Prof. DR. Ir. HM. Eros Soeroso SH., MH., dan Ki Agus dari Sidoarjo.

    Dalam Dialog Budaya Nusantara tersebut, Prof. DR. Ir. HM. Eros Soeroso SH., MH menekankan bahwa  dalam mempertahankan budaya bangsa  perlu didirikan perguruan tinggi khusus budaya. “Untuk itu, perlu dukungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya.

    Sementara itu, para tamu yang menjadi audiens dalam Dialog Budaya Nusantara, intinya meminta kepada Pemerintah Pusat untuk membentuk Menteri Kebudayaan tersendiri. “Jangan sampai budaya dan tradisi Nusantara di negeri sendiri, malah dicaplok oleh Negara lain,” kata salah seorang audiens.

    Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Malam Anugerah Karunia Kasih Dharma Bhakti Budaya Maharaja Kutai Mulawarman dan Dialog Budaya Nusantara, Aziz Wartono, saat memberi kata sambutan menyampaikan terima kasih atas kahadiran Maharaja Kutai Mulawarman Kutai Mulawarman Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza., FW., B.Soc., Ph.D., para tamu kehormatan dari seluruh Raja dan Sultan Nusantara yang sudah memberikan kontribusi moral dan pesan serta essensi dari kebudayaan Nusantara ini.

    “Semoga, ke depan Yayasan Cakra Yudha Indonesia mampu menjadi jembatan antara pegiat budaya, para Raja dan Sultan dalam melestarikan kebudayaan dengan tujuan membangun bangsa dan negara, yaitu melalui Ketahanan Budaya Nasional agar tetap ditegakkan. Melestarikan budaya ini, guna menjadi literasi sejarah Nusantara yang harus dipahami para generasi penerus kita,” papar Aziz.

    Kegiatan ini juga dihibur Tari Remo dan Tari Anak Ronggeng dari Sanggar Tari Delta Trivikrama. Perlu diketahui, Sanggar Tari Delta Trivikrama merupakan sanggar tari tertua di Kabupaten Sidoarjo, yang didirikan sejak tahun 1979.

    Kehadiran artis nasional Maria Eva, juga menambah suasana semakin semarak. Karier Maria Eva diawali nyanyi dangdut. Maria pun telah meluncurkan dua album, Pelangi Senja (2004) dan Bias Bestari. Maria Eva juga beberapa kali tampil membintangi, Nah Ini Dia, sebuah sinetron komedi yang menampilkan cerita kehidupan sehari-hari dengan menonjolkan karakter genit dan seksi.

    Tamu undangan kehormatan Diraja yang hadir, diantaranya adalah Dr. Captain Alexander Toh Kie Kieng (Malaysia); Miss Aesoh Mama (Thailand); Guardian of The Culture Heritage UNESCO Yang Mulia Sri Paduka Kanjeng Pangeran Ario Dr (H.C) Sandec Sahetapy Sastradipura; dan Alex Budiyanto (Manuskrip/Naskah Kuno Sumenep). (syam)