Komitmen TNI AL Berantas Penyelundupan BBL di Perairan Indonesia

    0
    96
    Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Arif Rahman menyampaikan tim Satgas Gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 77.800 ekor Benih Bening Lobster (BBL) di wilayah Saron, Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. [Foto: Dispen AL]

    CILEGON, (Cakrayudha-hankam.com) – Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam memberantas upaya penyelundupan wilayah perairan Indonesia, kembali membuahkan hasil.

    Kali ini, tim prajurit Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 77.800 ekor Benih Bening Lobster (BBL) yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah di sekitar wilayah Saron, Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (13/6/2024).

    Kejadian penggagalan penyelundupan BBL tersebut, bermula saat tim Satuan Tugas (Satgas) Gabungan melakukan penyelidikan dan pemantauan di Kota Cilegon terkait adanya upaya penyeludupan BBL.

    Dari hasil pemantauan itu, tim Satgas Gabungan menemukan dan mengikuti mobil yang diduga digunakan pelaku untuk mengangkut BBL yang akan diselundupkan ke luar wilayah Kota Cilegon.

    Dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Jumat (14/6/2024) di Mako Lanal Banten, Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Arif Rahman menyampaikan, modus operandi dari penyelundupan tersebut, yaitu BBL berasal dari Cisolok Jawa Barat yang rencananya akan diseberangkan ke daerah Lampung melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak dengan menggunakan Colt Diesel Thermoking (box tertutup).

    Lebih lanjut, Kolonel Laut (P) Arif Rahman menerangkan, barang muatan BBL disembunyikan di bagian depan box mobil dan ditutupi oleh muatan lain berupa box styrofoam kosong sebagai alat pengelabuan petugas.

    “Dari hasil penangkapan tersebut, telah diamankan satu orang terduga pelaku yaitu supir berinisial LMP (47 tahun) beserta barang bukti sebanyak satu unit Mobil Colt Diesel Thermoking, 14 box styrofoam dengan rincian berisi 72.000 ekor BBL jenis Pasir, 4.800 ekor BBL jenis Mutiara. Dengan jumlah total keseluruhan 77.800 BBL, yang diperkirakan total kerugian negara mencapai Rp 5 hingga Rp 7 miliar,” jelas Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Arif Rahman.

    Saat ini, terduga terduga pelaku telah diamankan di Mako Lanal Banten untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, barang bukti BBL dilepasliarkan di Perairan Pulau Sangiang.

    Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kewaspadaan dan merespon cepat terhadap segala informasi yang diterima, terutama menindak tegas upaya ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (Dispen AL)